2.000 Tentara dan 300 Polisi Spanyol Dikirim Cegah Gelombang Migran di Ceuta

Sejumlah unggahan di media sosial menyerukan masuknya kembali migran secara massal ke Ceuta pada 15 Agustus.


Ceuta, Suarathailand- Surat Kabar 20minutos melaporkan Spanyol mengerahkan sekitar 300 personel polisi antihuru-hara dan 2.000 tentara di wilayah kantong (enklave) Ceuta untuk mencegah masuknya migran secara besar-besaran kembali terjadi, menyusul beredarnya seruan untuk gelombang migrasi baru secara daring.

Dilaporkan bahwa sejumlah unggahan di media sosial menyerukan masuknya kembali migran secara massal ke Ceuta pada 15 Agustus.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pihaknya siap menghadapi insiden baru, sementara Kementerian Pertahanan menyatakan pasukan yang ditempatkan di Ceuta akan tetap berada di wilayah tersebut hingga ada keputusan lain, demikian dilaporkan media tersebut.

Ceuta pada akhir Juli mengalami masuknya migran secara besar-besaran dari negara tetangga, Maroko.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol di pesisir Afrika Utara dan sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.

Otoritas Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki enklave Spanyol tersebut.

Share: