Lebih dari 73.384 warga Palestina tewas dan 174.242 lainnya terluka akibat agresi Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Gaza, Suarathailand- UNICEF menyatakan bahwa setidaknya 300 anak telah tewas di Gaza dalam kurun waktu 300 hari sejak gencatan senjata dimulai pada bulan Oktober; angka ini berarti rata-rata setidaknya satu anak tewas setiap harinya.
UNICEF menyebutkan gencatan senjata tersebut gagal memberikan perlindungan yang memadai bagi anak-anak di Gaza, di mana serangan Israel yang terus berlanjut membuat keluarga-keluarga kembali menghadapi kehilangan, duka, dan trauma.
Lebih dari 73.384 warga Palestina tewas dan 174.242 lainnya terluka akibat agresi Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza menyatakan pada hari Sabtu bahwa jumlah korban akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza telah mencapai angka 174.242 orang yang terluka.
Kementerian tersebut melaporkan bahwa rumah sakit di Gaza menerima dua orang yang meninggal akibat luka-luka sebelumnya serta enam orang yang terluka dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Ditambahkan pula bahwa sejak gencatan senjata pada 11 Oktober, jumlah korban telah mencapai 1.257 jiwa tewas dan 4.131 orang terluka, sementara 806 jenazah telah berhasil dievakuasi.
Kementerian menyatakan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, karena tim ambulans serta petugas pertahanan sipil belum dapat menjangkau mereka.



