TAT Luncurkan 4 Langkah Jadikan Thailand Destinasi Nomor Satu di Asia

>Melakukan restrukturisasi pasar pariwisata dengan mendiversifikasi negara asal wisatawan, menargetkan segmen pengunjung bernilai tinggi, serta mempromosikan destinasi sekunder guna mengurangi ketergantungan pada pusat-pusat wisata utama.

>Mengubah citra negara dari sekadar menawarkan "nilai sepadan dengan biaya" (value for money) menjadi penyedia "pengalaman perjalanan yang bermakna", dengan fokus pada kesehatan (wellness), pariwisata berbasis komunitas, dan tema-tema khas daerah.

>Menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru dengan memanfaatkan keunggulan Thailand di bidang kesehatan, penyelenggaraan festival kelas dunia, penawaran produk mewah, serta promosi pariwisata berkelanjutan.

>Mendorong kolaborasi di seluruh sektor pariwisata melalui pertukaran data, program pelatihan industri, dan dukungan terhadap inovasi teknologi demi mencapai pertumbuhan bersama.

Bangkok, Suarathailand- Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah meluncurkan empat langkah strategis yang bertujuan meningkatkan pendapatan pariwisata setidaknya sebesar 5% pada tahun 2027 dan memosisikan Thailand sebagai "Destinasi Bernilai Tinggi & Bermakna Nomor 1 di Asia".

TAT mengumumkan rencana aksi pemasaran tahun 2027 dengan tema "Tahun Transformasi" di Stadion Rajadamnern pada hari Senin (24 Agustus), mengubah lokasi tinju bersejarah tersebut menjadi panggung bagi apa yang mereka sebut sebagai titik balik utama bagi pariwisata Thailand.

Keempat langkah strategis tersebut adalah *Rebalance Market Portfolio* (menyeimbangkan kembali portofolio pasar pariwisata), *Shape Experience Platform* (meningkatkan nilai pengalaman perjalanan), *Build New Growth Engine* (mengubah keunggulan Thailand menjadi nilai ekonomi melalui *Life Economy*), dan *Transform Together* (menyatukan seluruh sektor untuk mengejar pertumbuhan bersama).

Target utama otoritas ini adalah meningkatkan pendapatan pariwisata tidak kurang dari 5% dibandingkan tahun 2026, mendistribusikan pengunjung antara destinasi utama dan sekunder dengan rasio 60:40, serta menempatkan Thailand di antara tiga destinasi teratas di Asia dalam hal loyalitas wisatawan.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan transformasi besar, mengalihkan pariwisata Thailand dari pertumbuhan yang terutama didorong oleh volume pengunjung menuju pertumbuhan yang berbasis pada nilai.

"Winning Goal 2027" (Target Kemenangan 2027) akan diukur berdasarkan tiga indikator: pertumbuhan pendapatan pariwisata minimal 5%, distribusi pengunjung 60:40 antara destinasi utama dan sekunder, serta peringkat indeks loyalitas wisatawan yang masuk dalam tiga besar di Asia. Secara keseluruhan, tujuan-tujuan ini dimaksudkan untuk menjadikan Thailand sebagai destinasi terkemuka di Asia yang menawarkan pengalaman bermakna dan bernilai tinggi.

Menyeimbangkan kembali pasar dan destinasi pariwisata

Langkah strategis pertama, yaitu Menyeimbangkan Kembali Portofolio Pasar (*Rebalance Market Portfolio*), bertujuan menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara pasar asal wisatawan, kelompok pelanggan, dan destinasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pasar tertentu.

TAT akan membagi strategi pasarnya ke dalam tiga kategori: *Retain* (Mempertahankan), yang mencakup pasar di mana pertumbuhan perlu dijaga; *Reshape* (Menata Ulang), yang melibatkan pasar yang perlu diarahkan pada segmen pengunjung baru berkualitas tinggi; dan *Recover* (Memulihkan), yang mencakup pasar di mana kepercayaan perlu dipulihkan dengan segera.

Otoritas pariwisata ini juga akan berupaya merambah pasar baru di Eropa Timur dan Amerika Latin, serta menjangkau lebih banyak kota keberangkatan di wilayah pasar utama yang sudah ada saat ini.

Wisatawan akan dikelompokkan ke dalam empat segmen berdasarkan perilaku dan motivasi mereka: *Mainstream* (Pasar Umum), *Experience* (Pencari Pengalaman), *High Value* (Bernilai Tinggi), dan *Premium Traveller* (Wisatawan Premium).

TAT juga berencana menyebarkan pendapatan dan peluang pariwisata ke 19 destinasi yang sedang berkembang melalui program "The Link Plus", dengan target meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara di wilayah-wilayah tersebut sebesar 10%.

Dari sekadar nilai ekonomis menuju pengalaman yang bermakna

Langkah kedua, *Shape Experience Platform* (Membentuk Platform Pengalaman), akan memosisikan ulang Thailand dari destinasi yang terutama dikenal karena nilai ekonomisnya (*value for money*) menjadi destinasi yang identik dengan pengalaman perjalanan yang bermakna.

TAT akan mengembangkan merek "Amazing Thailand" dengan konsep "Healing is the New Luxury" (Pemulihan Diri adalah Kemewahan Baru), yang mencerminkan meningkatnya permintaan akan perjalanan yang mendukung kesejahteraan fisik dan emosional.

Otoritas ini juga akan memperkenalkan dua karakter baru, Nong Sukhjai dan Nong Rak Yim, sebagai teman perjalanan yang merepresentasikan pesona Thailand sekaligus membantu membangun ikatan emosional yang lebih kuat dengan para pengunjung.

Kampanye domestik akan mencakup "365 Thai Tiew Thai: Travel All Year Round" (Wisata Thailand Sepanjang Tahun) dan "Instant Happiness in Thailand: Let Thailand Heal Your Heart" (Kebahagiaan Instan di Thailand: Biarkan Thailand Memulihkan Hatimu).

Pengalaman wisata tematik akan dikembangkan berdasarkan identitas khas masing-masing wilayah, menciptakan alasan baru bagi wisatawan untuk menjelajahi seluruh penjuru negeri.

TAT akan terus mengembangkan Jaringan UNESCO Thailand serta lebih dari 55 destinasi wisata berbasis masyarakat.

Pihaknya juga akan menerapkan *Signature Destination Branding* (Branding Destinasi Khas) untuk membangun identitas yang lebih kuat bagi masing-masing kota, dimulai dengan lima provinsi percontohan: Chiang Rai, Ubon Ratchathani, Songkhla, Trat, dan Samut Songkhram.

Mesin pertumbuhan baru yang terkait dengan *Life Economy*

Langkah ketiga, *Build New Growth Engine* (Membangun Mesin Pertumbuhan Baru), bertujuan mengubah kekuatan Thailand yang sudah ada menjadi nilai ekonomi yang lebih besar melalui empat mesin pertumbuhan yang terkait dengan *Life Economy* (Ekonomi Kehidupan).

Yang pertama adalah *Theme Product Experience* (Pengalaman Produk Tematik), yang akan menawarkan sembilan kelompok pengalaman perjalanan, termasuk produk "Unseen Luxperience" yang dirancang khusus bagi wisatawan premium.

Yang kedua adalah *Well-being Tourism* (Wisata Kesejahteraan), yang bertujuan menjadikan Thailand sebagai destinasi kesehatan dan pemulihan diri global dengan memanfaatkan kekuatan negara dalam layanan medis komprehensif, *wellness* berbasis sains, dan kearifan tradisional Thailand.

Yang ketiga adalah *Festival Economy* (Ekonomi Festival), di mana Thailand akan berupaya menjadi tuan rumah bagi lebih banyak acara berskala internasional dan kelas dunia.


TAT juga akan melanjutkan kesuksesan festival budaya Thailand yang dipromosikan pada tahun 2026, termasuk Festival Lilin Ubon Ratchathani, Prosesi Perahu Berhias Lampu Nakhon Phanom, dan Prosesi Bintang Natal Sakon Nakhon.

Otoritas ini menargetkan untuk mengangkat acara-acara tersebut menjadi atraksi "Must-Experience in Thailand" (Pengalaman Wajib di Thailand) yang diakui secara internasional.

Mesin keempat adalah *Future Sustainability* (Keberlanjutan Masa Depan), yang akan memperluas area percontohan pariwisata berkelanjutan hingga ke Provinsi Nan dan kawasan *wellness valley* (lembah kesejahteraan) yang telah ditetapkan. TAT juga akan mempromosikan hotel rendah karbon yang memenuhi standar CF Hotel serta kerangka penilaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).


Sektor pariwisata didorong untuk bertransformasi bersama

Melalui langkah strategis keempat, yaitu "Transform Together" (Bertransformasi Bersama), TAT akan mengambil peran baru dalam membantu instansi pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat, dan mitra lainnya untuk bertransformasi secara kolektif.

Pendekatan ini akan diterapkan melalui tiga bidang utama.

Pertama, TAT akan memanfaatkan data dan wawasan pasar untuk memandu pengambilan keputusan, serta menghubungkan dan berbagi informasi melalui sistem *Tourism Value Intelligence*.

Sistem ini akan mengandalkan informasi dari jaringan TAT yang mencakup 45 kantor domestik, dua pusat koordinasi, dan 29 kantor luar negeri.

Kedua, otoritas ini akan meningkatkan kapabilitas dan pengetahuan industri melalui program pelatihan bagi para eksekutif.

TAT juga berencana mengembangkan *Tourism Leadership Institute* (Institut Kepemimpinan Pariwisata) yang dijadwalkan dibuka secara resmi pada tahun 2028.

Ketiga, TAT akan mendukung inovasi dari perusahaan rintisan (*start-up*) yang mampu membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman, sekaligus menciptakan pengalaman tak terlupakan di sepanjang perjalanan wisatawan.


Thailand harus melampaui pola pikir pariwisata tradisional

TAT menyatakan bahwa lanskap pariwisata global sedang berubah dengan cepat, sehingga Thailand tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode tradisional atau pola pikir lama.

Keputusan untuk mengumumkan rencana pemasaran tahun 2027 di Stadion Rajadamnern bertujuan menunjukkan bahwa transformasi harus dimulai dari cara sektor pariwisata berpikir, berkomunikasi, dan menciptakan pengalaman bersama.

Di tengah kondisi yang penuh tantangan, TAT melihat adanya peluang besar yang muncul dari kekuatan Thailand di bidang kebugaran (*wellness*), pengalaman yang bermakna, budaya, kuliner, keberlanjutan, serta pengakuan internasional.

Otoritas ini bertujuan mengubah "apa yang dimiliki Thailand" menjadi "apa yang diinginkan wisatawan", guna menciptakan nilai tambah yang memperkuat daya saing negara dalam industri pariwisata global.

TAT menegaskan bahwa pelaksanaan rencana aksi pemasaran tahun 2027 ini memerlukan kerja sama dari berbagai sektor agar Thailand dapat melangkah lebih maju dan bersaing secara sukses di industri pariwisata global.

Upaya ini akan berlandaskan empat prinsip: integritas untuk membangun kepercayaan, keselamatan untuk menumbuhkan keyakinan, kualitas untuk menciptakan kesan positif, serta pengalaman yang mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung.

Rencana ini bertujuan mendukung pertumbuhan pariwisata berkualitas tinggi, meningkatkan nilai ekonomi, memeratakan distribusi pendapatan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan wisata secara berkelanjutan.

Share: