Polisi menahan satu orang setelah serangan pada hari pertama semester baru.
Stockholm, Suarathailand- Seorang pria bersenjata pedang melukai beberapa orang di sebuah sekolah menengah atas di Swedia pada hari Jumat, dan satu orang kemudian ditahan, menurut keterangan pihak berwenang setempat.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat sore di SMA Brinell—yang memiliki 450 siswa berusia 16 hingga 20 tahun—di Fagersta, sebuah kota berpenduduk 13.000 jiwa di wilayah tengah Swedia.
Motif serangan tersebut belum diketahui secara pasti.
Surat kabar Aftonbladet melaporkan bahwa setidaknya dua orang terluka dan seorang pria yang membawa parang ditembak kakinya oleh polisi.
"Kami menerima laporan pada pukul 14.06 mengenai dugaan kekerasan mematikan dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia ke sekolah tersebut," ujar juru bicara kepolisian kepada Reuters.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa satu orang di lokasi kejadian kemudian diamankan dan tidak ada lagi ancaman bagi masyarakat umum.
Pejabat pemerintah daerah tidak merinci jumlah korban luka, namun menyatakan bahwa polisi masih melakukan penyisiran di sekolah tersebut dan beberapa sekolah serta fasilitas umum lainnya di wilayah itu telah ditutup aksesnya (lockdown).
Konferensi pers awalnya dijadwalkan pada pukul 17.00 waktu setempat, namun pemerintah daerah mengumumkan penundaan karena "operasi penyelamatan" terkait insiden tersebut masih berlangsung.
Sekolah itu baru saja dibuka kembali setelah libur musim panas, dan bagi sebagian siswa, hari itu merupakan hari pertama mereka di sekolah menengah atas tersebut.
Insiden ini terjadi setahun setelah peristiwa penembakan di sekolah di Orebro—yang juga terletak di wilayah tengah Swedia—di mana seorang pria bersenjata menewaskan 10 orang sebelum mengarahkan senjatanya ke diri sendiri; peristiwa itu tercatat sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah Swedia.
Pemerintah Swedia terus berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian menyusul serangan hari Jumat tersebut, demikian disampaikan Menteri Kehakiman Gunnar Strommer dalam pernyataan kepada Reuters.
Perdana Menteri Ulf Kristersson mengatakan bahwa polisi sedang menangani kasus ini secara intensif dan meminta semua pihak untuk membiarkan polisi serta layanan darurat bekerja tanpa gangguan. "Doa kami menyertai semua pihak yang terdampak," tulisnya dalam sebuah unggahan di X.
Pemimpin Partai Sosial Demokrat, Magdalena Andersson—yang koalisi kiri-tengahnya memimpin jauh dalam jajak pendapat menjelang pemilihan umum parlemen bulan depan—menyatakan bahwa "seluruh Swedia bersatu mendukung Fagersta di masa sulit ini".




