Paus Leo juga memperingatkan bahwa perkembangan AI yang pesat dapat menciptakan bentuk-bentuk ketergantungan teknologi baru, khususnya bagi negara-negara miskin, serta berisiko menjadi alat “kolonialisme ideologis atau ekonomi”.
Vatikan, Suarathailand- Kepada International Catholic Legislators Network, Paus Leo memperingatkan kecerdasan buatan (AI) tidak boleh dibiarkan mengurangi nilai kemanusiaan seraya mendesak para pemimpin politik memastikan inovasi teknologi itu melayani kepentingan bersama.
Paus Leo mengatakan perkembangan pesat kecerdasan buatan memunculkan salah satu persoalan moral yang menentukan pada era modern.
Paus Leo menyatakan setiap pencapaian teknologi juga menghadapkan umat manusia pada pertanyaan moral, bukan hanya apa yang dapat kita lakukan, tetapi apa yang seharusnya kita lakukan?.
Paus Leo mengatakan para legislator bertanggung jawab untuk tidak menghambat inovasi, tetapi mengarahkannya secara bijaksana.
Paus menyerukan peraturan yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus melindungi hak-hak serta kebebasan mendasar.
Paus mengatakan kebijakan tersebut harus melindungi pengguna dari eksploitasi, menjaga privasi, memastikan transparansi, dan memperkuat institusi demokrasi.
Paus Leo juga memperingatkan bahwa perkembangan AI yang pesat dapat menciptakan bentuk-bentuk ketergantungan teknologi baru, khususnya bagi negara-negara miskin, serta berisiko menjadi alat “kolonialisme ideologis atau ekonomi”.
Ia menyoroti kekhawatiran mengenai algoritma yang menentukan “siapa yang terlihat” atau tetap tidak terlihat, serta platform digital yang membentuk wacana publik tanpa pertanggungjawaban.
“Dunia tidak membutuhkan kecerdasan buatan yang mengurangi nilai kemanusiaan,” kata Leo.



