Perwakilan pemerintah Indonesia dan China juga membahas pemanfaatan sumber daya mineral kritis untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor.
Jakarta, Suarathailand- Kantor Berita Antara melaporkan Pemerintah Indonesia dan China menyiapkan kelompok kerja (Working Level Group) untuk membahas kerja sama kedua negara dalam bidang komunikasi dan digital, termasuk kolaborasi dalam transfer teknologi dan pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Pembentukan kelompok kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) antara Indonesia dan China yang untuk pertama kalinya digelar dengan Indonesia sebagai tuan rumah, menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.
"Misalkan di Komdigi, counterpart kita dari RRT juga akan melibatkan ekosistem industri mereka ke kita," kata Angga sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu.
Perwakilan pemerintah Indonesia dan China juga membahas pemanfaatan sumber daya mineral kritis untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor.
"Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia," katanya.
Angga menekankan bahwa kerja sama Indonesia dan China harus saling menguntungkan dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
"Yang terpenting adalah bagaimana kerja sama antara kedua negara saling menguntungkan dan saling tidak mengorbankan kepentingan nasional masing-masing," katanya.
Setelah pembentukan Working Level Group, dia mengatakan, pembahasan kerja sama antara kedua negara di tingkat sektoral akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung awal tahun 2027 dengan China sebagai tuan rumah.
Dalam forum CSD antara Indonesia dan China, Angga juga menyampaikan posisi Indonesia dalam tata kelola AI global.
Ia mengatakan bahwa Indonesia telah bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama AI yang berada dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut dia, keterlibatan dalam organisasi tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam pembentukan tata kelola AI dunia.



