Indonesia dan Turki Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Militer Suriah

Para Menlu menyatakan serangan Israel merupakan "pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan persatuan politik" di Suriah.


Jakarta, Suarathailand- Kantor Berita Antara melaporkan Indonesia bersama Turki dan 10 negara lainnya menyatakan kecaman keras atas serangan Israel terhadap pangkalan militer Abu Al-Duhur di Suriah sebagai "eskalasi ekstrem" dan pelanggaran kedaulatan Suriah.

Hal itu disampaikan oleh para menteri luar negeri dari Indonesia, Turki, Aljazair, Yordania, Lebanon, Malaysia, Mauritania, mPakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Somalia.

Para Menlu menyatakan serangan tersebut merupakan "pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan persatuan politik" di Suriah.

Para menlu menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berlanjutnya serangan serta degradasi wilayah dan infrastruktur Suriah yang dapat menggagalkan upaya memulihkan keamanan, membangun ulang institusi nasional, dan mengatasi bencana kemanusiaan akibat belasan tahun konflik.

Para Menlu juga memperingatkan bahwa pelanggaran terus-menerus terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan Suriah oleh Israel hanya akan meningkatkan ketegangan, melemahkan perdamaian dan stabilitas kawasan, serta mengikis martabat hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Para menlu mendesak komunitas internasional agar mengambil "sikap yang tegas, jelas, dan berprinsip" untuk menanggapi serangan terhadap Suriah serta mengambil langkah konkret sesuai hukum internasional, serta Piagam PBB.

Mereka mendesak agar kesepakatan antara Israel dan Suriah pada 1974 serta penarikan pasukan Israel dari daerah yang diduduki dapat dipatuhi, mengingat langkah tersebut amat penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut serta menjaga perdamaian dan stabilitas. (Foto: Dok para tentara israel)


Share: