Dujarric mengatakan pengajuan visa bagi kepala negara dan pejabat senior negara-negara anggota PBB tidak ditangani oleh Sekretariat PBB, melainkan oleh AS sebagai tuan rumah Markas PBB.
Jenewa, Suarathailand- Kantor Berita Anadolu melaporkan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan belum menerima notifikasi apa pun dari Amerika Serikat terkait laporan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas dapat kembali dicegah menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.
Dujarric mengatakan pengajuan visa bagi kepala negara dan pejabat senior negara-negara anggota PBB tidak ditangani oleh Sekretariat PBB, melainkan oleh AS sebagai tuan rumah Markas PBB.
"Kami masih belum menerima notifikasi resmi apa pun dari AS," kata Dujarric sembari menambahkan PBB mengetahui adanya laporan tersebut.
Sejumlah media lokal melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump berencana melarang Mahmoud Abbas selama dua tahun berturut-turut untuk berkunjung ke New York guna menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Tanggapan PBB atas hal itu ialah bahwa AS harus memenuhi kewajibannya sebagaimana kesepakatan negara tuan rumah untuk memfasilitasi masuknya para diplomat dan pejabat pemerintahan yang melawat ke New York untuk mengikuti agenda PBB, kata Dujarric.
"Kami melihat sejumlah kasus di masa lalu ketika visa ditolak negara tuan rumah. Seruan dan harapan kami senantiasa agar negara tuan rumah akan memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan tuan rumah. Hal itu berarti memfasilitasi kunjungan ke New York City, ke Amerika Serikat, bagi orang-orang berkepentingan, diplomat, dan pejabat pemerintahan yang akan mengikuti agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa," ucap Dujarric.
T



