Mengejutkan, Pangeran Harry Diperintahkan Bayar Rp240 Miliar kepada Daily Mail

Total biaya hukum yang diklaim oleh penerbit untuk pembelaan dalam gugatan privasi bisa mencapai £34,5 juta (sekitar Rp820 miliar)


London, Suarathailand- Sebuah pengadilan Inggris memerintahkan Pangeran Harry dan enam orang lainnya untuk membayar jumlah awal sebesar £9,5 juta (sekitar Rp240 miliar) setelah mereka kalah dalam gugatan privasi terhadap penerbit Daily Mail.

Pengadilan menyatakan bahwa sang pangeran dan enam tokoh terkemuka lainnya—yang kalah dalam gugatan terkait pengumpulan informasi secara ilegal dan pelanggaran privasi terhadap Associated Newspapers Limited (ANL)—harus melakukan pembayaran tersebut dalam waktu satu minggu.

Para penggugat—yang mencakup Elton John, pasangannya David Furnish, serta aktris Elizabeth Hurley dan Sadie Frost—menuduh Mail memasang alat penyadap di mobil dan rumah mereka, menguping percakapan telepon, serta mengakses rekening bank dan rekam medis. ANL telah membantah semua tuduhan tersebut.

Setelah persidangan emosional selama 11 minggu, hakim Matthew Nicklin memenangkan pihak penerbit dalam putusan yang dijatuhkan pada 7 Juli, dengan kesimpulan bahwa "para penggugat gagal membuktikan tuduhan yang mereka ajukan".

Setelah sidang lanjutan selama dua hari membahas masalah biaya, ia mengeluarkan keputusan mengenai biaya awal tersebut pada hari Jumat.

"Pengadilan memerintahkan para penggugat untuk melakukan pembayaran sementara sebesar £9.544.355" paling lambat pukul 16.00 pada tanggal 28 Agustus," demikian bunyi ringkasan putusan yang dipublikasikan.

Disebutkan pula bahwa ANL menyatakan total biaya pembelaan diri mereka telah mencapai sekitar £34,5 juta per tanggal 9 Juli; angka yang oleh pengadilan dinilai "sangat tinggi" dan "belum pernah terjadi sebelumnya".

Nicklin menyatakan bahwa klaim ANL sebesar £34,5 juta tampak "berlebihan dan... menimbulkan kekhawatiran nyata mengenai apakah seluruh biaya yang kini diklaim oleh Associated tersebut memang dikeluarkan secara wajar".

Namun, putusan tersebut mencatat bahwa Pengadilan Tinggi belum menetapkan berapa besar biaya yang pada akhirnya harus dibayarkan oleh para penggugat.

"Persoalan yang dihadapi pengadilan adalah dasar penentuan biaya, bukan jumlah yang harus dibayarkan," demikian bunyi ringkasan tersebut.

"Jika tidak ada kesepakatan mengenai jumlahnya, persoalan tersebut akan diputuskan secara terpisah oleh hakim khusus urusan biaya." Nicklin menolak permintaan Harry dan para pesohor lainnya untuk membayar biaya perkara berdasarkan ketentuan standar, dan justru mengabulkan argumen ANL bahwa biaya mereka harus diganti berdasarkan ketentuan yang lebih ketat, yang dikenal sebagai *indemnity basis* (penggantian penuh). Hal ini akan meningkatkan porsi biaya yang harus ditanggung oleh ketujuh pihak tersebut.

Ringkasan tersebut juga mencatat bahwa pengadilan telah menetapkan jadwal bagi para penggugat untuk mengajukan permohonan banding atas putusan tanggal 7 Juli, yang harus diajukan paling lambat tanggal 2 Oktober.

Dalam pernyataan bersama setelah putusan hakim bulan lalu, Harry dan aktivis Doreen Lawrence menyebut putusan itu sebagai "upaya menutup-nutupi yang nyata dan terang-terangan".

Share: