Menlu Araghchi menyatakan hal itu setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu (19/8) mengumumkan "operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah dilakukan" terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan vital bagi Iran.
Teheran, Suarathailand- Melalui platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran SEED Abbas Araghchi pada Jumat (21/8) mengatakan operasi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menargetkan Iran pasti akan gagal, sama seperti langkah-langkah koersif lainnya yang diterapkan negara tersebut terhadap Iran.
Menlu Araghchi menyatakan 14 tahun lalu sanksi paling memberdayakan dalam sejarah, gagal. Delapan tahun lalu: 'Tekanan maksimum', dan gagal. 5 bulan lalu: 'Penyerahan diri tanpa syarat', gagal juga. Hari ini: 'Operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada.' Pasti gagal.
Menlu Araghchi menyatakan hal itu setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu (19/8) mengumumkan "operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah dilakukan" terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan vital bagi Iran.
"Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump di akun media sosialnya di Truth Social, seraya menyebut langkah itu sebagai "Ekonomi D-Day".




