Presiden AS menghargai ajudan Natalie Harp atas kesetiaannya sebagai penjaga akses yang sangat loyal
Washington, Suarathailand- Natalie Harp hampir selalu berada di sisi Presiden AS Donald Trump, namun hingga baru-baru ini, Natalie Harp—ajudan yang sangat setia itu—berhasil menghindari sorotan publik.
Situasi berubah ketika terungkap bahwa perempuan berusia 35 tahun itu adalah salah satu dari segelintir orang yang diam-diam berpindah pesawat dari Air Force One bersama Trump di Turki menyusul adanya ancaman keamanan.
Asisten eksekutif presiden berambut pirang itu kemudian disebut-sebut oleh seorang kandidat Senat dari Partai Demokrat dalam komentar yang memicu kehebohan di internet—dan membuat Gedung Putih geram.
"Dia ingin membangun ruang dansa dan bepergian bersama Natalie menggunakan 'istana terbang' yang tampaknya tanpa perlindungan keamanan, hadiah dari Emir Qatar," ujar Jon Ossoff—sosok yang digadang-gadang sebagai kandidat presiden tahun 2028—dalam sebuah pidato akhir pekan lalu.
Namun, siapakah sebenarnya sosok ajudan bagi Trump yang kini berusia 80 tahun ini? Ia dikabarkan tidak pernah mengambil cuti sehari pun sejak politisi Partai Republik itu kembali berkuasa tahun lalu.
Jangan Tinggalkan Aku
Harp dijuluki sebagai "printer manusia" karena perannya membawa mesin portabel untuk mencetak dokumen yang diminta oleh Trump.
Naun, julukan itu sangat meremehkan perannya yang sebenarnya.
Ia secara efektif berperan sebagai penjaga akses bagi presiden dengan mengendalikan informasi yang sampai ke tangan Trump—sering kali dikabarkan mengarahkan perhatian Trump pada konten-konten sayap kanan di media sosial.
Harp juga merupakan salah satu dari sedikit pejabat yang memiliki akses langsung ke akun Truth Social milik Trump.
Ia mengetik unggahan sesuai dikte Trump, bahkan menyertakan penggunaan huruf kapital yang menjadi ciri khas gaya penulisan Trump, sebagaimana terlihat dalam rekaman dokumenter *Art of the Surge* yang membahas kampanye pemilihan umum 2024.
Trump dikabarkan menganggap Harp sebagai sosok yang sangat berharga; hal ini menjelaskan mengapa ia selalu mendampingi Trump ke mana pun, mulai dari Ruang Oval hingga helikopter pribadi Marine One dan pesawat kepresidenan itu sendiri.
"Kalian semua akan pergi dan mencari uang... tapi dia tidak akan pernah meninggalkanku," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa Harp adalah satu-satunya orang yang mencintainya sebesar cinta istri dan anak-anaknya, menurut buku *Regime Change* karya jurnalis New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan. 'Dengan segenap hati'
Besarnya kesetiaan Harp kepada sang presiden telah memicu keheranan di kalangan tertentu.
"Anda adalah segalanya bagi saya," tulis Harp dalam sebuah catatan kepada Trump, menurut buku *Regime Change*.
Catatan lain berisi permintaan maaf karena telah menjadi "sumber rasa malu"—setelah sebuah video memperlihatkan dirinya berlari kencang demi mengimbangi mobil golf Trump di lapangan golf milik Trump di Skotlandia—dan ditutup dengan kalimat "Dengan segenap hati, Natalie," demikian dilaporkan *New York Times*.
Pada tahun 2023, Harp bersikeras menumpang di bagasi sebuah SUV untuk mendampingi Trump dalam perjalanan menuju gedung pengadilan di New York, setelah staf mengatakan tidak ada tempat baginya di dalam iring-iringan kendaraan, lapor CNN.
Gedung Putih Bela Peran Harp.
"Natalie Harp adalah salah satu ajudan paling setia dan pekerja keras di tim Presiden Trump," ujar juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
"Media seharusnya kembali memberitakan berita yang sesungguhnya dan berhenti mengulang-ulang narasi kaum liberal yang terobsesi membenci Trump."
Lingkaran media pendukung gerakan MAGA juga bersatu menyerang Ossoff maupun media arus utama terkait komentar-komentar tersebut.
Trump mengalihkan pembicaraan saat ditanya mengenai Harp pekan ini, namun ia membandingkan Ossoff dengan mendiang bintang televisi Pee-wee Herman; sementara itu, Gedung Putih menyerang seorang reporter CNN yang mengajukan pertanyaan tersebut, bahkan melontarkan pernyataan bahwa anak-anak sang reporter akan merasa malu kepadanya.
Perjuangan Melawan Kanker
Preston, saudara laki-laki Harp yang kini tidak lagi menjalin hubungan dekat dengannya, mengatakan kepada CNN bahwa ia yakin "kekaguman mendalam" Harp terhadap Trump bukanlah "ketertarikan fisik", melainkan berakar pada keyakinan Harp bahwa Trump telah menyelamatkan nyawanya.
Natalie Harp pernah mengungkapkan bahwa ia menderita kanker tulang stadium akhir, namun berhasil sembuh berkat obat-obatan eksperimental yang bisa ia akses melalui program yang digagas Trump pada masa jabatan pertamanya.
Meski kini jarang berbicara di depan umum, ia sempat menjadi sosok yang kerap hadir dalam acara-acara diskusi yang berafiliasi dengan Partai Republik untuk menceritakan kisahnya, serta tampil di saluran berita kabel berhaluan kanan keras.
"Sosok penolong yang baik hati bagi saya," ujar Harp saat tampil sepanggung dengan Trump dalam pertemuan "Faith and Freedom Coalition" pada tahun 2018.
"Saya tidak akan hidup hari ini jika bukan karena Anda," kata Harp di hadapan Konvensi Nasional Partai Republik pada tahun 2020.



