Peringatan panas ekstrem tetap berlaku di seluruh negeri karena suhu melebihi 40 derajat Celcius.
Korsel, Suarathailand- Yonhap melaporkan Korea Selatan terus bergulat dengan gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Senin karena suhu melonjak melewati rekor sejarah dan jumlah penyakit terkait panas meningkat di seluruh negeri, memicu keadaan darurat kesehatan, lapor Kantor Berita Yonhap.
Badan Meteorologi Korea (KMA) menyebt peringatan panas ekstrem tetap berlaku di sebagian besar wilayah negara karena suhu melampaui 40°C (104°F) pada tanggal 29 Juli.
Di kota Daegu di tenggara, suhu melebihi 40°C (104°F) untuk pertama kalinya sejak Agustus 1942, sementara Yangsan di dekatnya mencatat rekor tertinggi 42,5°C (108,5°F) sehari sebelumnya, tertinggi sejak pengamatan cuaca modern dimulai pada tahun 1904.
Panas ekstrem ini telah memicu keadaan darurat kesehatan di seluruh negeri, dengan 14 kematian dilaporkan sejak pertengahan Mei, termasuk seorang pria berusia 40-an yang meninggal di Incheon pada hari Senin dengan suhu tubuh mendekati 40°C (104°F), dan dua petani berusia 60-an dan 80-an yang ditemukan meninggal di provinsi Chungcheong Selatan selama akhir pekan.
KMA menghubungkan suhu tinggi yang berkepanjangan ini dengan sistem tekanan tinggi yang tumpang tindih di atas Semenanjung Korea yang dikombinasikan dengan sinar matahari yang intens di bawah langit yang cerah.



