Para gamer dengan cepat mengecam kebijakan tersebut sebagai pelanggaran privasi yang tidak etis.
AS, Suarathailand- Raksasa siaran langsung (*livestream*) gim, Twitch, memicu kemarahan jutaan penggunanya setelah mengumumkan akan membagikan data mereka kepada perusahaan induknya, Amazon, guna meningkatkan pelatihan model kecerdasan buatan (AI) milik peritel darng tersebut.
Dalam sebuah unggahan di X, Twitch menyatakan pengguna memiliki opsi untuk menolak (*opt-out*) partisipasi dalam berbagi data tersebut; namun jika tidak, audio siaran langsung, teks, gambar, dan konten lain di saluran mereka akan digunakan oleh Amazon untuk pelatihan AI di seluruh platformnya.
Langkah Twitch ini membuka babak baru dalam upaya menjaga privasi daring, di tengah semakin gencarnya perusahaan AI mencari data untuk menyempurnakan model mereka.
"Jawaban jujurnya adalah: jika sistemnya mengharuskan pengguna untuk memilih ikut serta secara aktif (*opt-in*), tidak akan ada yang mau melakukannya," ujar Mike Minton, Chief Product Officer Twitch, pada hari Rabu dalam sesi obrolan langsung di platform gim yang sangat populer tersebut setelah pengumuman itu dibuat.
"Fitur ini akan aktif secara otomatis (*default*), dan di hampir semua layanan konten di dunia, pengaturan ini memang aktif secara otomatis," tambahnya.
"Saya tahu hal ini sangat mengecewakan bagi komunitas, namun inilah kenyataannya."
Para gamer dengan cepat mengecam kebijakan tersebut sebagai pelanggaran privasi yang tidak etis.
"Memasukkan pengguna secara otomatis tanpa persetujuan eksplisit bukanlah bentuk persetujuan yang sah," ujar seorang pengguna dalam salah satu komentar yang bernada lebih lunak menanggapi pengumuman Twitch di X.
"Kalau begitu, bayar kami atas kontribusi kami dalam pelatihan AI ini," tambah pengguna lainnya.
Amazon dan Twitch bukanlah pihak pertama yang mulai memanfaatkan data pengguna untuk membangun model AI seiring memanasnya persaingan di sektor ini.
Tahun lalu, Meta—perusahaan induk Facebook dan Instagram—menyatakan bahwa semua komentar publik di platformnya (kecuali WhatsApp) akan digunakan untuk melatih model AI mereka, kecuali jika pengguna memilih untuk tidak berpartisipasi (*opt-out*).




