Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz—sebuah titik krusial bagi lalu lintas energi global—sebagai respons terhadap perang yang dilancarkan AS dan Israel.
Teheran, Suarathailand- Otoritas Iran yang mengendalikan Selat Hormuz di Teluk Persia secara tegas menepis klaim pejabat Amerika mengenai pembukaan kembali jalur air strategis tersebut, serta menegaskan bahwa jalur itu tetap ditutup hingga syarat-syarat Teheran dipenuhi.
"Klaim dan pernyataan berulang dari pejabat AS bahwa Selat Hormuz tidak lagi ditutup tidak mengubah kenyataan yang ada," tulis Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) dalam sebuah unggahan di platform X pada hari Rabu.
Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz—sebuah titik krusial bagi lalu lintas energi global—sebagai respons terhadap perang yang dilancarkan AS dan Israel yang menargetkan negara tersebut antara tanggal 28 Februari hingga 7 April.
AS dan Iran menandatangani Nota Kesepahaman pada bulan Juni untuk mengakhiri situasi yang timbul akibat serangan tersebut. Iran sempat membuka kembali jalur itu, namun terpaksa menutupnya kembali setelah Washington mulai mengganggu mekanisme transit sah yang telah dirancang Teheran untuk melintasi titik krusial tersebut sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai.
"Selat Hormuz tetap ditutup dan tidak akan dibuka kembali sampai syarat-syarat Iran dipenuhi," tegas PGSA.



