Selat Hormuz tetap menjadi jalur penting bagi perdagangan energi global. Di tengah ketegangan regional, lalu lintas pelayaran melalui selat tersebut turun secara signifikan.
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut peran Selat Hormuz akan berkurang pada masa mendatang seiring beroperasinya jaringan pipa baru dan berkembangnya jalur alternatif pengangkutan minyak di Timur Tengah.
"Pipa-pipa sedang dibangun di seluruh Timteng dan orang-orang membawa minyak dengan truk melalui Suriah. Pipa-pipa itu akan gantikan peran Selat Hormuz," kata Trump.
Trump sebelumnya mengunggah gambar di Truth Social yang menunjukkan sekitar 18 juta barel minyak per hari saat ini melewati selat tersebut. Angka itu turun dari sekitar 20 juta barel sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Pada 18 Agustus, Trump menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran. Namun, blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan.
Selat Hormuz tetap menjadi jalur penting bagi perdagangan energi global. Di tengah ketegangan regional, lalu lintas pelayaran melalui selat tersebut turun secara signifikan.



