Nobel untuk Humor Sains 2026: Dari Trik Injak Ular hingga Celana Dalam untuk Cek Tanah

Merayakan sains yang unik 'seharusnya membuat kita tertawa, lalu membuat kita berpikir', kata peraih Nobel sungguhan.


Zurich, Suarathailand- Celana dalam yang dikubur untuk menguji kualitas tanah dan urinoir yang dirancang secara ilmiah untuk mencegah percikan air seni adalah beberapa proyek yang mendapat penghargaan saat ajang Ig Nobel kembali menyoroti sisi unik dari dunia sains.

Kini menjadi agenda tetap dalam kalender akademik, edisi ke-36 dari penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh majalah humor sains *Annals of Improbable Research* ini digelar hanya beberapa minggu sebelum pengumuman hadiah Nobel yang sesungguhnya.

Sesuai tradisi, upacara yang berlangsung di Zurich pada Kamis malam itu dibuka dengan hujan pesawat kertas, sementara para peneliti—beberapa di antaranya mengenakan kostum—menerima hadiah mereka (berupa trofi berbentuk kaki yang dipenuhi jamur) dari para peraih Nobel sungguhan.

Untuk pertama kalinya sejak dimulai pada tahun 1991, acara ini diselenggarakan di luar Amerika Serikat, setelah penyelenggara menyatakan pada bulan Maret bahwa mereka khawatir situasi menjadi "tidak aman bagi tamu kami untuk mengunjungi negara tersebut".

Para akademisi internasional telah melaporkan adanya kendala perjalanan ke Amerika Serikat sejak masa jabatan kedua Presiden Donald Trump dimulai pada Januari 2025.

"Kami tidak sampai hati meminta para pemenang baru, atau jurnalis internasional yang meliput acara ini, untuk bepergian ke AS tahun ini," ujar penyelenggara saat mengumumkan pemindahan lokasi acara ke kota terbesar di Swiss tersebut.

Dalam acara hari Kamis itu, foto Trump sempat muncul di layar saat peneliti Justin Kruger dan David Dunning mendapat penghargaan atas karya mereka yang membuktikan secara ilmiah bahwa orang yang kurang berpengetahuan dan tidak kompeten cenderung sangat melebih-lebihkan kemampuan mereka sendiri.


Menginjak Ular

Di antara 10 pemenang penghargaan tahun ini terdapat tim Joao Miguel Alves-Nunes yang meraih Ig Nobel bidang biologi berkat penelitian yang melibatkan tindakan menginjak ular berbisa untuk memahami kapan ular tersebut memutuskan untuk menggigit atau tidak.

"Siapa yang cukup bodoh untuk menempatkan kakinya di depan ular berbisa? Saya orangnya," ujar peneliti berusia 28 tahun dari Universitas Sao Paulo itu saat menerima penghargaan. 

Penelitian ini melibatkan tindakan "menginjak secara perlahan berbagai bagian tubuh beragam ular berbisa — secara berulang-ulang, pada berbagai suhu dan waktu yang berbeda sepanjang hari" untuk melihat apa yang mungkin memicu mereka menggigit manusia.

Alves-Nunes melakukan 40.000 uji coba terhadap 116 ekor ular, termasuk seekor ular derik yang berhasil menggigitnya menembus sepatu bot pelindungnya.

Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat sang peneliti, yang berencana memperluas penelitiannya ke negara-negara lain.


Mesin Buang Air Kecil

Mengenakan jas hujan berwarna kuning, empat akademisi dari Tiongkok, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Kanada hadir untuk menerima penghargaan di bidang fisika atas penelitian yang bertujuan mengoptimalkan desain urinoir (tempat buang air kecil pria).

Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka merancang sebuah mesin buang air kecil yang dilengkapi dengan "nosel uretra yang akurat secara anatomis" dan dialiri air, jelas Kaveeshan Thurairajah, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Waterloo, Kanada.

"Proyek ini bertujuan mengurangi cipratan balik saat orang—khususnya pria, saya kira—buang air kecil di urinoir," ujarnya kepada AFP, seraya menekankan bahwa penelitian tersebut membahas masalah yang cukup signifikan.

"Di AS saja, sekitar satu juta liter air seni tumpah dari urinoir ke lantai setiap harinya," katanya, seraya menambahkan bahwa "biaya pembersihan kamar mandi sangatlah mahal".


Cara Optimal Buang Ingus

Almarhum peneliti asal Jepang, Tokuji Unno, dianugerahi penghargaan bidang kedokteran secara anumerta atas studinya mengenai cara membuang ingus yang tepat.


Mengubur celana dalam

Sementara itu, sebuah tim dari Universitas Zurich membawa pulang penghargaan Ig Nobel bidang ilmu tanah berkat proyek yang melibatkan penguburan ribuan pasang celana dalam pria.

Untuk menguji kualitas tanah, para peneliti mengirimkan celana dalam tersebut kepada sejumlah sukarelawan dan meminta mereka menguburnya di kebun selama dua bulan sebelum mengembalikannya untuk dianalisis tingkat pertumbuhan jamurnya.

"Gagasannya adalah membuat ilmu tanah menjadi sesuatu yang dapat dilihat secara nyata," jelas salah satu anggota tim yang saat itu mengenakan kostum kecoa raksasa.


Mengambil Permen dari Anak-anak

Penghargaan Ig Nobel bidang ekonomi dianugerahkan kepada tim yang diwakili oleh Paul Piff, seorang profesor madya psikologi di Universitas California, atas eksperimen yang menunjukkan bahwa orang-orang dari latar belakang sosial-ekonomi tinggi cenderung lebih berani mengambil permen dari wadah yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak. 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Esther Duflo, pemenang Hadiah Nobel Ekonomi tahun 2019, yang baru-baru ini meninggalkan Massachusetts Institute of Technology untuk bergabung dengan Universitas Zurich.

Penghargaan-penghargaan ini, ujarnya kepada AFP, "seharusnya membuat kita tertawa, lalu membuat kita berpikir".

Share: