“Iran memperingatkan AS atas konsekuensi pelanggaran nota kesepahaman dan akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya.”
Teheran, Suarathailand- Kantor Bberita Sputnik melaporkan Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keputusan Departemen Keuangan AS yang mencabut izin ekspor minyak Iran. teheran memperingatkan Washington bahwa Teheran akan mengambil langkah apa pun untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya.
Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS pada Selasa mengumumkan penangguhan lisensi umum ekspor minyak Iran, yang diganti dengan aturan baru yang melarang transaksi baru dan mewajibkan seluruh kesepakatan yang ada selesai sebelum 17 Juli.
“Keputusan Departemen Keuangan AS untuk mencabut penangguhan sementara embargo penjualan minyak Iran merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 10 nota kesepahaman tentang penghentian konflik militer,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Pencabutan izin yang diterbitkan pada 18 Juni disebut sebagai bukti tambahan atas “ketidakdapatdipercayainya pemerintah AS"
Kementerian tersebut menegaskan, “Iran memperingatkan AS atas konsekuensi pelanggaran nota kesepahaman dan akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya.”
Nota kesepahaman yang ditandatangani secara daring pada 18 Juni memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait isu nuklir Iran dan sanksi AS.
Dokumen itu juga menetapkan jadwal pencabutan blokade laut AS serta pemulihan jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz



