Iran Ultimatum AS, IRGC akan Gempur Semua Pangkalan Militer AS di Timteng

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan terbaru AS ini lebih kuat empat hingga lima kali lipat dari serangan pada 10 hari lalu.


Teheran, Suarathailand- Kantor Berita Sputnik melaporkan militer Iran menyatakan siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah apabila Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran. 

Pasukan Amerika Serikat  Pada Rabu dini hari melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

“Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang (oleh Amerika Serikat) menjadi tanggung jawab Amerika Serikat yang kriminal. Seluruh pangkalan mereka akan menjadi sasaran yang sah untuk diserang menggunakan drone militer,” demikian pernyataan militer Iran yang dikutip kantor berita resmi IRNA.

Militer Iran juga mengatakan telah menyerang target di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta Pelabuhan Salman di Bahrain, yang berada dalam wilayah tanggung jawab Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.

Adapun Menurut Axios, serangan yang dilancarkan militer AS itu mengincar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, titik peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, serta fasilitas pelabuhan di Iran.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Axios bahwa serangan terbaru ini lebih kuat empat hingga lima kali lipat dari serangan pada 10 hari lalu.

Adapun pada Selasa, laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan

Share: