Sekitar 100 orang meninggal selama gelombang masuk migran besar-besaran dari Marokoa ke Ceuta.
Spanyol, Suarathailand- Xinhua melaporkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Spanyol Jose Manuel Albares menyatakan seluruh migran tanpa dokumen yang memasuki Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, pada akhir Juli akan kembali ke Maroko.
"Kami tegaskan tidak ada seorang pun yang meninggalkan Ceuta menuju daratan (Spanyol)," kata Albares.
"Upaya diplomatik yang kami lakukan dengan Maroko bertujuan untuk memulangkan semua orang yang masuk secara ilegal," ujar dia menambahkan.
Menlu Albares menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah kunjungan ke Ceuta. Lebih dari 70.000 orang secara ilegal menyeberangi perbatasan untuk masuk ke wilayah kantong itu dari negara tetangga, Maroko, pada akhir Juli, menurut perkiraan pemerintah Spanyol.
Sekitar 100 orang meninggal selama gelombang masuk migran besar-besaran tersebut, kata Kepala Pemerintah Ceuta Juan Jesus Vivas dalam pertemuan luar biasa Komite Kebebasan Sipil, Keadilan dan Urusan Dalam Negeri Parlemen Eropa pada Kamis (6/8).
Sebagian besar dari mereka yang secara ilegal memasuki Ceuta telah kembali secara sukarela ke Maroko, tetapi sekira 10.000 orang masih berada di wilayah kantong itu, kata Vivas baru-baru ini.
Menurut Albares beberapa migran telah disesatkan oleh informasi daring palsu yang membuat mereka percaya bahwa jika masuk melalui Ceuta, mereka akan berhak pergi ke daratan Spanyol atau tempat lain di Eropa.



