Militer AS pada Selasa (7/7) melaporkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran.Serangan AS ke Iran terjadi setelah Iran menyerang kapal yang didukung AS di Selat Hormuz yang tak mematuhi peringatan.
Turki, Suarathailand- Kantor Berita Sputnik melaporkan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte secara terang-terangan mendukung serangan baru AS terhadap Iran. Sekjen NAO menyebut "benar-benar diperlukan" dan menuduh Teheran melanggar gencatan senjata.
Militer AS pada Selasa (7/7) melaporkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran.Serangan AS ke Iran terjadi setelah Iran menyerang kapal yang didukung AS di Selat Hormuz yang tak mematuhi peringatan.
AS mengatakan operasi tersebut sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran, pada gilirannya, menuduh AS melanggar gencatan senjata.
"Saya pikir itu benar-benar diperlukan, karena ketika ada gencatan senjata dan Iran pada dasarnya melanggar gencatan senjata... Saya pikir sangat penting bahwa AS bereaksi dengan tegas," kata Rutte kepada wartawan di KTT NATO di Ankara.
Sekretaris Jenderal mengatakan negara-negara sekutu juga bermaksud untuk menegaskan kembali pada KTT tersebut bahwa Iran "tidak boleh pernah memiliki kemampuan nuklir." Para pemimpin NATO juga diharapkan untuk sekali lagi menyerukan pemulihan kebebasan navigasi penuh melalui Selat Hormuz.
Juga pada KTT NATO di Ankara, Rutte tampaknya salah bicara ketika dia mengeklaim Iran harus dicegah untuk mengakses Arktik. Kemudian dia mengoreksi dirinya sendiri, mengatakan bahwa yang dia maksud adalah Rusia dan China.
Pada bulan Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa NATO memperluas program militerisasinya di Kutub Utara dan mengubah wilayah tersebut menjadi zona konflik.
Pada Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa NATO memperluas program militerisasinya di Kutub Utara dan mengubah wilayah tersebut menjadi zona konflik




