Manusia Kurang Sat-Set, Jerman Setujui Penggunaan Sistem Militer Berbasis AI

Berlin membenarkan penggunaan AI dengan alasan kecepatan respons manusia yang dinilai tidak memadai, misalnya saat menghadapi serangan besar-besaran rudal atau drone menggunakan sistem otomatis berbasis kapal.

Berlin, Suarathailand- Sputnik melaporkan Kementerian Pertahanan Jerman berencana memperluas penggunaan AI secara signifikan di bidang militer dan mengizinkan sebagian penggunaan sistem tempur tanpa campur tangan langsung manusia.

Berlin membenarkan penggunaan AI dengan alasan kecepatan respons manusia yang dinilai tidak memadai, misalnya saat menghadapi serangan besar-besaran rudal atau drone menggunakan sistem otomatis berbasis kapal.

Namun, dokumen militer tersebut juga mencatat preseden yang lebih berbahaya: AI direncanakan untuk diberi wewenang melakukan "rentetan tembakan ke posisi musuh" guna menyelamatkan prajurit yang terkepung, dengan sistem tersebut menentukan sendiri sasaran yang akan diserang tanpa campur tangan manusia.

Diplomasi Jerman juga telah mulai secara aktif mendorong langkah tersebut di tingkat internasional, menurut laporan Correctiv.

Selain itu, perusahaan dan konsorsium pertahanan terbesar Jerman disebut tertarik pada produksi sistem tempur otonom.

Para pakar AI dunia memperingatkan bahwa ketergantungan pada sistem militer berbasis AI dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius.


Share: