Araqchi menyatakan kegagalan intelijen Amerika telah membuat Washington mengulangi kesalahan yang sama dalam hubungannya dengan Teheran.
Teheran, Suarathailand- Melalui platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araqchi, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan kesalahan perhitungan intelijen yang lebih besar lagi terkait Selat Hormuz.
Araqchi menyatakan kegagalan intelijen Amerika telah membuat Washington mengulangi kesalahan yang sama dalam hubungannya dengan Teheran.
"Amerika telah lama melakukan kesalahan perhitungan akibat kegagalan intelijen. Contoh nyatanya: perang melawan Iran. Kini, kesalahan perhitungan yang lebih besar lagi terjadi terkait Selat Hormuz," tulis Araqchi.
Araqchi menyatakan itu setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memegang "kendali penuh" atas selat tersebut, meskipun lalu lintas pelayaran di jalur air strategis itu sempat merosot ke titik terendah dalam sepekan—dengan hanya delapan kapal yang melintas di bawah rute Iran—dibandingkan dengan sekitar 130 pelintasan harian sebelum perang.
Iran membatasi pelintasan melalui Selat Hormuz—jalur yang menyalurkan seperlima dari kebutuhan minyak dunia—sebagai respons atas serangan AS-Israel terhadap negara tersebut yang dimulai pada 28 Februari dan berakhir melalui gencatan senjata pada 8 April.
"Lebih buruk daripada berita palsu adalah intelijen palsu. Berhati-hatilah. Allah Maha Besar, Lebih Besar daripada kekuatan APA PUN di muka bumi. Kepada Allah kami bertawakal," tegas Araqchi.




