Iran Sebut Ancaman Trump Serang Infrastruktur Vital Kejahatan Perang

Araghchi juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengutuk serangan terhadap fasilitas energi Iran.


Teheran, Suarathailand- Antara melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang fasilitas energi Iran sebagai “pengakuan kejahatan perang."

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan hal itu menyusul percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Pernyataan tersebut merupakan pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang,” ujar pernyataan Kemenlu Iran melalui Telegram.

Araghchi juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengutuk serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Menurut Iran, serangan yang berlangsung sejak akhir Februari telah menyasar infrastruktur industri, energi, pendidikan, medis, dan nuklir.

Konflik meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump telah melontarkan ultimatum 48 jam ke Iran untuk segera membuka Selat Hormuz atau bersiap menghadapi "neraka." Ia mengatakan bahwa AS akan menyerang sejumlah infrastruktur Iran, termasuk di bidang energi.

Belakangan, Trump menegaskan tenggat waktunya secara spesifik, yakni di hari Selasa besok.

Share: