Up Date: 8 Tewas, 22 Terluka dalam Insiden Penembakan di Sekolah Thailand

Seorang siswa di dalam sekolah mengatakan bahwa pelaku, yang mengenakan seragam olahraga berwarna ungu, melepaskan 26 tembakan di area sekolah. Polisi menyatakan bahwa 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.


Nonthaburi, Suarathailand- Delapan orang tewas dan setidaknya 22 lainnya terluka setelah terjadi penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, pada Jumat pagi.

Pelaku penembakan yang diduga merupakan seorang siswa kelas 8 (Mathayom 2) kemudian ditemukan tewas di dalam sekolah menengah campuran yang ternama tersebut.

Penyidik kemudian menggeledah rumah tersangka di Distrik Bang Bua Thong dan menemukan jenazah kakek (73 tahun) serta neneknya (74 tahun) di dalamnya. Keduanya mengalami luka tembak fatal di bagian kepala.

Pihak berwenang meyakini bahwa kedua lansia tersebut tewas sebelum siswa itu berangkat ke sekolah, meskipun urutan waktu kejadian yang pasti masih dalam penyelidikan.

Insiden ini dilaporkan sekitar pukul 10.00 pagi ketika sukarelawan dari Yayasan Poh Teck Tung menerima laporan adanya suara tembakan di dalam sekolah.

Seorang siswa di dalam sekolah mengatakan bahwa pelaku, yang mengenakan seragam olahraga berwarna ungu, melepaskan 26 tembakan di area sekolah. Polisi menyatakan bahwa 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.

Menteri Kesehatan Masyarakat Pattana Promphat mengatakan bahwa delapan korban tewas tersebut meliputi lima orang guru, pelaku penembakan, serta kakek dan neneknya. Sebanyak 22 orang terluka—sembilan di antaranya mengalami luka serius—dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Pelaku yang diduga sebagai penembak, dengan bersenjatakan pistol kaliber 9mm, sempat membarikade diri di lantai tiga gedung sekolah yang berwarna merah muda. Polisi mengonfirmasi bahwa pelaku ditemukan tewas, yang diduga akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.

Aparat berwenang segera menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi siswa dan staf serta menjaga perimeter keamanan di sekitar area sekolah.

Pejabat terkait mengimbau masyarakat untuk berhenti menyiarkan kejadian tersebut secara langsung (*livestreaming*) dan menghindari area sekitar lokasi guna mencegah gangguan terhadap operasi yang sedang berlangsung.

Tim forensik kepolisian sedang memeriksa tempat kejadian perkara, meneliti senjata api yang digunakan dalam serangan tersebut, serta memintai keterangan dari para saksi dan pihak lain yang terkait dengan kasus ini.

Penyidik sedang berupaya mengungkap motif dan merekonstruksi urutan kejadian dalam salah satu insiden penembakan di sekolah yang paling mematikan di Thailand belakangan ini.

Pada bulan Februari tahun ini, seorang penembak berusia 17 tahun menyerbu sebuah sekolah di Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, dan melukai sejumlah staf serta murid. Kepala sekolah tersebut kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya, sementara pelaku berhasil ditangkap oleh polisi. Pada bulan Oktober 2022, 37 orang, termasuk 22 anak-anak, tewas ketika seorang mantan polisi yang telah dipecat—bersenjatakan pistol dan pisau—menyerang sebuah pusat pengembangan anak di Provinsi Nong Bua Lam Phu.

Share: