Banyak yang Gak Puas Sama Trump, Partai Republik Puyeng Jelang Pemilu Sela

>Survei nasional mengugkap tingkat kepuasan publik secara keseluruhan terhadap Presiden Trump telah turun menjadi 32%, sementara 64% responden menyatakan ketidaksetujuan atas kinerjanya.

>Sebanyak 89% warga Amerika—angka tertinggi dalam 20 tahun sejarah jajak pendapat Gallup—meyakini bahwa korupsi di pemerintahan telah meluas; angka ini mencakup 83% pendukung Partai Republik.

>Kritik politik semakin tajam terkait koin peringatan baru bernilai $1 yang menampilkan potret Trump; para pengkritik berpendapat bahwa koin tersebut digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan sang presiden.

>Kombinasi antara rendahnya tingkat kepuasan terhadap presiden, tingginya kekhawatiran mengenai korupsi, serta kontroversi spesifik seperti koin peringatan tersebut menciptakan kesulitan politik bagi Partai Republik menjelang pemilu sela.


AS, Suarathailand- Tingkat kekhawatiran yang mencapai rekor tertinggi mengenai korupsi di pemerintahan AS serta rendahnya tingkat kepuasan terhadap Presiden Donald Trump menambah tantangan yang dihadapi Partai Republik menjelang pemilu sela tahun 2026.

Survei Gallup menemukan  89% orang dewasa di Amerika meyakini korupsi telah meluas di seluruh jajaran pemerintahan; ini merupakan angka tertinggi yang tercatat dalam tren survei selama 20 tahun terakhir dan 10 poin persentase lebih tinggi dibandingkan angka 79% yang tercatat pada tahun 2025.

Angka tersebut mencerminkan persepsi publik, bukan bukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintahan Trump ataupun pejabat tertentu.

Pemilu sela ini akan menentukan komposisi seluruh 435 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sekitar sepertiga kursi Senat, serta sejumlah jabatan gubernur. Kehilangan kendali atas salah satu kamar di Kongres akan menyulitkan Trump untuk menjalankan agendanya pada paruh kedua masa jabatannya.


Kekhawatiran Lintas Partai

Gallup menemukan adanya kesepakatan luas di antara kelompok-kelompok politik utama bahwa korupsi di pemerintahan telah meluas:

Partai Demokrat: 91%.

Independen: 90%.

Partai Republik: 83%.

Persepsi mengenai korupsi di sektor bisnis juga meningkat menjadi 71%, naik delapan poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih 18 poin lebih rendah dibandingkan angka untuk sektor pemerintahan.

Gallup menyatakan bahwa kesenjangan antara persepsi korupsi di pemerintahan dan di sektor bisnis merupakan yang terbesar yang pernah tercatat dalam tren jajak pendapat mereka di AS.


AS Menonjol dalam Perbandingan OECD tahun 2025

Amerika Serikat juga menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan negara-negara maju lainnya dalam perbandingan lengkap terbaru Gallup yang mencakup 38 negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). 

Pada tahun 2025, 79% warga Amerika menyatakan bahwa korupsi merajalela di pemerintahan, dibandingkan dengan angka median OECD sebesar 59%. Hasil ini menempatkan Amerika Serikat di posisi puncak peringkat OECD untuk pertama kalinya, melampaui negara-negara yang sebelumnya mencatat tingkat korupsi sangat tinggi, termasuk Yunani, Hungaria, dan Republik Ceko.

Angka 89% untuk AS tersebut berasal dari tahun 2026. Gallup belum merampungkan pengumpulan data tahun 2026 untuk seluruh negara anggota OECD, sehingga data tersebut belum dapat digunakan untuk menentukan peringkat akhir tahun ini.

Koin dolar Trump Tuai Kritik

Kritik politik menguat setelah US Mint (lembaga pencetak uang AS) mulai menjual koin 1 dolar berwarna emas yang menampilkan potret Trump sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika.

Produk ini bukanlah koin emas senilai 100 dolar AS. Ini adalah koin 1 dolar AS yang sah sebagai alat pembayaran dan ditawarkan dalam dua paket kolektor:

Satu gulungan berisi 25 koin dengan harga 61 dolar AS, dibandingkan dengan nilai nominal gabungan sebesar 25 dolar AS.

Satu kantong berisi 100 koin dengan harga 154,50 dolar AS, dibandingkan dengan nilai nominal gabungan sebesar 100 dolar AS.

Dengan demikian, harga gulungan tersebut 144% di atas nilai nominalnya, sedangkan harga kantong tersebut 54,5% di atas nilai nominal. Angka-angka ini mencerminkan premi ritel dan tidak boleh disebut sebagai margin keuntungan karena biaya produksi dan distribusi belum diungkapkan.

Terlepas dari tampilannya, koin tersebut tidak mengandung emas. Komposisinya adalah:

-Tembaga sebesar 88,5%.
-Seng sebesar 6%.
-Mangan sebesar 3,5%.
-Nikel sebesar 2%.

Para kritikus menuduh pemerintah menggunakan produk peringatan resmi untuk mempromosikan presiden dan mempertanyakan apakah pembeli dikenakan harga yang terlalu tinggi.

Koin ini juga memicu perdebatan hukum mengenai pembatasan federal terkait pencantuman gambar presiden yang masih menjabat pada mata uang AS. Para kritikus mempertanyakan apakah desain tersebut mematuhi pembatasan tersebut, sementara Departemen Keuangan menegaskan bahwa menteri keuangan memiliki wewenang untuk menyetujui koin khusus untuk peringatan tersebut.

Tingkat Kepuasan terhadap Trump Turun Menjadi 32%

Sebuah survei nasional terpisah yang dilakukan oleh University of Massachusetts Amherst menunjukkan tingkat kepuasan keseluruhan terhadap Trump berada di angka 32%, sementara 64% responden tidak menyetujui kinerjanya.

Hasil ini menunjukkan penurunan satu poin dalam tingkat kepuasan sejak bulan Maret. Dukungan terhadap Trump di kalangan responden dari Partai Republik juga menurun, meskipun tetap jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat dukungannya di kalangan masyarakat umum.

Kondisi ekonomi, inflasi, pengeluaran rumah tangga, dan ketidakpuasan terhadap perang Iran merupakan faktor-faktor tekanan yang membebani pemerintah.

Konflik tersebut beserta dampaknya terhadap harga energi juga telah menciptakan risiko ekonomi yang lebih luas.

Hasil jajak pendapat ini tidak memastikan bahwa Partai Republik akan kehilangan kendali atas salah satu kamar di Kongres. Namun, kombinasi antara rendahnya tingkat dukungan terhadap presiden, kekhawatiran luas mengenai korupsi pemerintah, dan kontroversi seputar koin peringatan tersebut menyoroti tantangan politik yang dihadapi partai itu menjelang pemilihan paruh waktu.

Share: