Wapres AS Akui Iran akan Melawan Bila Dikenai Sanksi Ekonomi Terberat oleh AS

Vance mengakui strategi itu merupakan "langkah rumit" karena Iran mungkin akan mencoba membalas dengan memberikan tekanan ekonomi pada AS.


AS, Suarathailand- Dalam wawancara dengan The Clay Travis & Buck Sexton Show, Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan pihaknya telah memasuki "fase baru" dalam perang melawan Iran,  tekanan ekonomi kini menjadi alat paling efektif untuk mencapai tujuan Amerika.

Vance mengakui strategi itu merupakan "langkah rumit" karena Iran mungkin akan mencoba membalas dengan memberikan tekanan ekonomi pada AS.

Wapres Vance mengatakan AS meyakini tekanan berkelanjutan adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan pada akhirnya.

"BIla AS bisa memproduksi cukup minyak dan gas untuk memberikan sedikit keringanan bagi sebagian warga Amerika saat mengisi bahan bakar, maka itu akan meredakan tekanan pada harga energi," kata Vance..

Vance menyatakna itu tak lama setelah Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS menambahkan 10 orang ke dalam daftar sanksi yang terkait dengan Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran.

"Tekanan ekonomi ini berarti kami akan melibatkan semua sekutu kami dan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia," kata Bessent.


Share: