China Tegaskan Tolak Tekanan Ekonomi AS terhadap Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian kepada wartawan di Beijing mengatakan sanksi dan tekanan terhadap Iran tidak membantu menyelesaikan masalah.


Beijing, Suarathailand- Xinhua melaporkan China menolak keras pemberlakuan tekanan ekonomi penentu (Economic D-Day) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran dan menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian kepada wartawan di Beijing mengatakan sanksi dan tekanan terhadap Iran tidak membantu menyelesaikan masalah.

Lin menambahkan China menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara-cara diplomatik dan politik.

Trump sebelumnya mengumumkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun”, sekaligus meningkatkan kampanye AS untuk mengisolasi Iran dan memperingatkan negara serta perusahaan yang membantu Teheran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

Presiden Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.

“Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan segala bentuk bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar,” katanya.

China merupakan salah satu importir terbesar minyak Iran.

Trump secara khusus menyebut penyelundupan minyak, jalur pertukaran keuangan, transfer uang tunai, perusahaan penukaran valuta asing, pendaftaran kapal, dan perusahaan kedok sebagai kegiatan yang harus dihentikan.

“Semua itu harus dihentikan sekarang,” katanya.


Share: