Sekitar 800.000 anak masih mengungsi, dengan mayoritas tinggal di tenda-tenda atau di bangunan yang rusak akibat pengeboman.
Palestina, Suarathailand- Sputnik melaporkan Lebih badan PBB UNICEF mencatat 60.000 anak di Gaza telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka sejak awal perang, termasuk setelah diberlakukan gencatan senjata. Sementara situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih kritis.
"60.000 anak di Gaza diperkirakan telah menyaksikan salah satu atau kedua orang tua mereka tewas selama perang, atau sejak gencatan senjata," menurut UNICEF.
Badan PBB UNICEF mencatat lebih dari setahun sejak gencatan senjata diumumkan lebih dari 340 anak tewas dan ratusan lainnya terluka.
Sekitar 800.000 anak masih mengungsi, dengan mayoritas tinggal di tenda-tenda atau di bangunan yang rusak akibat pengeboman.
UNICEF menilai bahwa kebutuhan kemanusiaan di wilayah tersebut masih sangat besar, sementara dana yang tersedia tidak mencukupi.
UNICEF telah meminta para pihak berkonflik untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata, menaati ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, serta memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional.
Pada Oktober 2023, konflik Israel-Palestina bergejolak ketika Israel menghadapi serangan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Jalur Gaza. Menyusul peristiwa tersebut, militer Israel melancarkan operasi darat yang menyebabkan Jalur Gaza nyaris luluh lantak.




