Keuskupan New York Bayar Rp14,4 Triliun Selesaikan Gugatan 1.300 Pelecehan Seks

Kesepakatan ini belum akan difinalisasi sampai semua pihak yang terlibat—para penggugat, pengacara, dan pihak keuskupan agung—menandatanganinya.


AS, Suarathailand- The New York Times melaporkan Keuskupan Agung New York setuju untuk membayar lebih dari $800 juta guna menyelesaikan klaim pelecehan seksual yang diajukan oleh 1.300 orang yang mengaku menjadi korban oleh anggota klerus maupun pihak awam yang memegang posisi kepemimpinan di Gereja Katolik Roma.

Media AS itu menyebut pengacara pihak penggugat mengirimkan surel pada Jumat malam kepada para imam di keuskupan agung tersebut untuk mengumumkan rencana penyelesaian ini.

Namun, seluruh pihak yang mengaku sebagai korban harus menandatangani kesepakatan tersebut sebelum keuskupan agung dapat merealisasikan pembayaran.

Uskup Agung Ronald A. Hicks mengonfirmasi kepada The New York Times pada hari Sabtu bahwa kesepakatan ini belum akan difinalisasi sampai semua pihak yang terlibat—para penggugat, pengacara, dan pihak keuskupan agung—menandatanganinya.

"Kita berada di ambang kemungkinan—dengan izin Tuhan—untuk menghadirkan pemulihan dan rekonsiliasi bagi semua penyintas yang menjadi korban," ujarnya kepada media tersebut.

Berdasarkan laporan The New York Times, penyelesaian ini memberikan opsi kepada setiap penggugat untuk menerima pembayaran sekaligus (lump-sum) minimal sebesar $250.000. Jumlah yang lebih besar dimungkinkan setelah dilakukan peninjauan terhadap tingkat pelecehan yang dialami oleh para penggugat.

Para pengacara yang mewakili pihak-pihak yang mengaku sebagai korban telah memperingatkan klien mereka bahwa jika mereka tidak menerima tawaran penyelesaian ini, keuskupan agung akan menyatakan diri bangkrut.

Menurut The New York Times, kondisi tersebut kemungkinan besar akan berujung pada nilai penyelesaian yang jauh lebih kecil, serta memperpanjang proses litigasi yang memang sudah berlangsung sangat lama.

Bagi penggugat yang tidak tertarik dengan tawaran tersebut, pihak pengacara menyampaikan bahwa keuskupan agung—yang mencakup wilayah Manhattan, Bronx, Staten Island, dan sebagian Hudson Valley—telah bernegosiasi dengan pihak asuransi untuk meningkatkan alokasi dana bagi mereka yang menolak tawaran awal menjadi $20 juta, yang nantinya akan dibagi rata di antara mereka.

"Para penyintas menunjukkan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa dalam situasi ini," ungkap Paul Mones, seorang pengacara yang firma hukumnya berbasis di Los Angeles dan mewakili 33 penggugat, kepada The New York Times.

“Setelah seumur hidup menanggung rasa sakit dan perjuangan, mereka mengerahkan sisa tenaga untuk menempuh langkah terakhir ini. Semoga kesepakatan ini dapat memberikan sedikit penghiburan dan pemulihan bagi mereka,” tambah Mones.

Jordan Merson, yang firma hukumnya mewakili 60 penggugat, mengatakan kepada The Post, “Penyelesaian ini akan membantu para penyintas mendapatkan keadilan tanpa harus menunggu bertahun-tahun dalam proses kepailitan yang berkepanjangan.”

Keuskupan agung tersebut pertama kali mengajukan tawaran senilai $800 juta pada bulan April, yang mencakup opsi pembayaran cepat sebesar $250.000 bagi para korban yang menginginkan penyelesaian segera.

Lonjakan klaim terkait pelecehan seksual telah mendorong keuskupan Katolik lainnya—termasuk di Albany, Rockville Centre, dan Rochester—untuk mengajukan perlindungan kepailitan.

Share: