Para pemimpin perusahaan perintis AI seperti CEO Anthropic (Dario Amodei) dan OpenAI (Sam Altman) sebelumnya menyuarakan pentingnya memperlambat atau menata ulang batas pengembangan demi keselamatan publik.
AS, Suarathailand- Kyodo News melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (22/9), menyatakan penentangannya atas segala upaya untuk menciptakan struktur global guna mengendalikan kecerdasan buatan (AI).
"AS juga sepenuhnya menolak segala upaya penyusunan skema globalis untuk mengendalikan ... kecerdasan buatan yang saat ini banyak diperbincangkan," kata Trump di hadapan Majelis Umum PBB.
Trump juga menyatakan Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super", dengan alasan istilah sebelumnya membuat teknologi tersebut terdengar palsu.
"Kata 'buatan' membuat kecerdasan terlihat palsu ... padahal tidak. Teknologi ini justru luar biasa," kata Trump.
"Mulai saat ini, semua dokumen AS dan diharapkan juga dokumen dunia akan diubah untuk menggunakan istilah 'super' yang jauh lebih akurat, alih-alih 'buatan'."
Dalam beberapa pekan terakhir, perdebatan publik tentang risiko AI telah mengemuka.
Dua karyawan dari perusahaan pengembang AI, Anthropic, berpendapat bahwa terdapat kemungkinan 10 persen AI mampu memusnahkan umat manusia dalam satu dekade mendatang.
Trump lalu menepis klaim bahwa kecerdasan buatan akan menguasai dunia dan memusnahkan umat manusia. Dia menyebutnya sebagai kabar bohong.
Trump terang-terangan mendukung kelanjutan pengembangan di bidang ini, seraya menegaskan bahwa AS tidak boleh membiarkan China menjadi yang terdepan.
Para pemimpin perusahaan perintis AI seperti CEO Anthropic (Dario Amodei) dan OpenAI (Sam Altman) sebelumnya menyuarakan pentingnya memperlambat atau menata ulang batas pengembangan demi keselamatan publik.



