Tersangka ditangkap bersama barang bukti berupa senapan AK-47 dan 24.000 butir amunisi.
Trat, Suarathailand- Bangkok Post melaporkan seorang tersangka penyelundupan telah ditangkap, dan dua pucuk senapan AK-47, lebih dari 24.000 butir amunisi, serta barang-barang lain yang diselundupkan dari Kamboja disita di sebuah dermaga di Distrik Laem Ngop, Provinsi Trat.

Penyitaan ini merupakan hasil dari operasi yang ditingkatkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Thailand dan Polisi Perairan (Marine Police) Trat untuk melacak jaringan penyelundupan jalur laut, kata juru bicara angkatan laut, Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan.
Petugas memeriksa target yang mencurigakan di Dermaga Direk, Tambon Khlong Yai, Distrik Laem Ngop pada Jumat pukul 19.00. Mereka menangkap seorang pria dan menyita senjata perang, amunisi, serta kendaraan yang digunakan untuk penyelundupan.
Anggota jaringan lainnya berhasil melarikan diri, ujar Laksamana Muda Parach.
Barang-barang yang disita meliputi dua pucuk senapan serbu AK-47, 102 magasin AK-47, 23.640 butir amunisi kaliber 7,62 mm, 765 butir amunisi kaliber 12,7 mm, sebuah perahu cepat (speedboat), dan tiga kendaraan.
Penyelidikan awal menemukan jaringan tersebut menggunakan perahu cepat untuk mengambil barang dari warga negara asing yang menyerahkannya di tengah laut. Barang-barang tersebut telah diangkut dari Kamboja sebelum dibawa kembali ke dermaga di Laem Ngop.
Tersangka dan seluruh barang bukti diserahkan kepada polisi Laem Ngop untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak berwenang juga sedang menyelidiki asal-usul senjata tersebut, tujuan pengirimannya, serta pihak lain yang terlibat.
Laksamana Muda Parach mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama intelijen antara angkatan laut, Polisi Perairan, dan badan-badan keamanan, yang memungkinkan petugas mencegat senjata dan amunisi dalam jumlah besar sebelum mencapai tujuan akhirnya.



