Thailand Siapkan Tim SAR Bantu Korban Gempa di NTT, Korban Tewas Capai 51 Orang

>Thailand telah menyiagakan tim nasional *Urban Search and Rescue* (USAR) untuk membantu Indonesia jika diminta.

>Langkah ini diambil sebagai respons terhadap gempa bumi kuat (berkekuatan magnitudo 7,5-7,7) di wilayah Flores, Indonesia.

>Gempa tersebut telah menyebabkan setidaknya 51 orang meninggal dunia, sementara upaya penyelamatan terus berlangsung di tengah kerusakan bangunan dan infrastruktur.

>Thailand menyiagakan tim USAR nasionalnya, USAR Thailand, untuk membantu Indonesia jika diminta setelah gempa kuat melanda wilayah Flores, di mana tim penyelamat melaporkan setidaknya 51 korban jiwa.

Bangkok, Suarathaialand- Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) menyatakan bahwa Wakil Menteri Dalam Negeri Jeseth Thaiseth telah menginstruksikan personel USAR Thailand untuk memantau situasi dengan cermat dan berkoordinasi dengan instansi terkait seandainya Indonesia membutuhkan bantuan pencarian dan penyelamatan internasional.

Departemen Meteorologi Thailand mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 waktu Thailand hari Sabtu, 15 Agustus, dengan kekuatan magnitudo 7,5 dan kedalaman 10 kilometer di wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Departemen tersebut menyatakan bahwa gempa itu tidak akan berdampak pada Thailand.

Informasi selanjutnya yang dilaporkan oleh Reuters menyebutkan kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,7. Badan geofisika Indonesia, BMKG, mencatat gempa awal terjadi pada kedalaman 15 kilometer, yang menunjukkan adanya perbedaan antara penilaian seismik awal yang dikeluarkan oleh berbagai badan pemantau.

Badan penyelamat Indonesia melaporkan setidaknya 51 korban jiwa

Sebuah badan penyelamat di Maumere, kota utama di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, melaporkan bahwa tim penyelamat telah menemukan setidaknya 20 orang meninggal dunia, enam orang terluka, dan dua orang terjebak di bawah reruntuhan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia melaporkan angka awal yang lebih rendah, yakni satu orang meninggal dan empat orang terluka, sembari terus mengumpulkan informasi; ini berarti angka korban masih dapat berubah seiring berlanjutnya penilaian di lapangan.

Pihak berwenang melaporkan kerusakan pada rumah, gudang, dan gedung pemerintah, sementara sekitar 2.000 warga di Nagekeo, wilayah yang paling dekat dengan pusat gempa, melakukan evakuasi.

Tim penyelamat belum dapat menjangkau beberapa bagian wilayah Nagekeo karena gangguan komunikasi dan akses jalan yang terputus akibat tanah longsor, sehingga tim lain berupaya menjangkau wilayah tersebut menggunakan kapal feri. Guncangan kuat dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Sulawesi Selatan; warga di beberapa daerah melaporkan adanya getaran yang berlangsung selama sekitar satu menit.

Gempa tersebut memicu gelombang tsunami setinggi kurang dari satu meter di beberapa wilayah, sehingga sempat dikeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut sekitar tiga jam setelah gempa terjadi.

Sejumlah gempa susulan terjadi setelah gempa utama.

Sebuah rumah sakit di Ende mengevakuasi pasien ke luar ruangan, sementara pemadaman listrik dan gangguan lalu lintas juga dilaporkan terjadi di beberapa bagian wilayah yang terdampak.

Wilayah yang sama pernah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,5 pada tahun 1992 yang menyebabkan kerusakan parah, menurut informasi BMKG yang dikutip oleh Reuters.


Tim SAR Thailand Siap Dikerahkan Jika Ada Permintaan Bantuan

DDPM menyatakan bahwa tim USAR Thailand akan terus memantau perkembangan situasi dan tetap bersiap memberikan dukungan pencarian dan penyelamatan jika Indonesia secara resmi meminta bantuan dari komunitas internasional.

Tim USAR Thailand sebelumnya juga pernah disiagakan untuk respons gempa di luar negeri pada bulan Juni, saat Jeseth memantau persiapan misi penyelamatan potensial menyusul gempa bumi di Venezuela.

Tim ini merupakan unit pencarian dan penyelamatan perkotaan (USAR) nasional Thailand dan sebelumnya telah disiapkan untuk dikerahkan ke luar negeri apabila negara yang terdampak bencana meminta bantuan internasional.

Untuk saat ini, otoritas Thailand terus memantau gempa di Indonesia sembari menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berdampak langsung terhadap Thailand.

Share: