Thailand Selidiki Motif 51 Serangan Masif di Thailand Selatan

>Perdana Menteri Thailand memanggil pejabat tinggi keamanan untuk mengadakan pertemuan mendesak menyusul serangkaian serangan di provinsi-provinsi perbatasan selatan negara itu.

>Pemerintah akan meninjau kembali operasi intelijen, proses penilaian ancaman, dan langkah-langkah pencegatan guna meningkatkan respons mereka.

>Pihak berwenang juga sedang menyelidiki motif serangan tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pejabat negara, serta meningkatkan kerja sama keamanan lintas batas dengan Malaysia.


Bangkok, Suarathailand- Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memanggil pejabat tinggi keamanan untuk melakukan pembicaraan mendesak pada hari Senin (24 Agustus 2026) setelah kerusuhan pecah di berbagai lokasi di provinsi-provinsi perbatasan selatan Thailand.

Pertemuan tersebut dijadwalkan melibatkan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (NSC), Badan Intelijen Nasional (NIA), dan badan-badan lain yang terlibat dalam penanganan kerusuhan tersebut.

Langkah ini diambil menyusul laporan mengenai serangan dan insiden gangguan keamanan di beberapa lokasi di wilayah perbatasan selatan.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa insiden-insiden tersebut mengkhawatirkan dan mengakui bahwa badan intelijen telah menerima informasi awal mengenai kemungkinan adanya operasi tersebut.

Sihasak, yang memimpin komite perwakilan khusus pemerintah untuk provinsi-provinsi perbatasan selatan, mengatakan bahwa pihak berwenang tetap gagal menilai situasi dan merespons secara cukup efektif untuk mencegah insiden-insiden tersebut.

"Kita harus menerima kenyataan bahwa intelijen telah memiliki informasi awal, namun insiden tetap terjadi," ujar Sihasak.

Ia mengatakan pemerintah harus mengkaji bagaimana mereka dapat bertindak lebih cepat, meningkatkan penilaian terhadap ancaman yang berkembang, dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Meskipun para pejabat telah mengetahui bahwa sebuah operasi sedang direncanakan, prediksi mereka tidak cukup akurat, tambahnya. Tersebarnya insiden di berbagai lokasi membuat antisipasi mengenai di mana serangan akan terjadi menjadi lebih sulit.

Sihasak mengatakan bahwa operasi intelijen maupun langkah-langkah pencegatan akan ditinjau kembali guna mencegah insiden serupa dan mengurangi dampaknya terhadap warga.

Badan-badan keamanan juga harus memeriksa apakah persiapan mereka sudah cukup komprehensif dan apakah mekanisme operasional yang ada perlu disesuaikan. Belum ada kesimpulan mengenai motif atau keterlibatan pihak resmi

Sihasak memperingatkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai pola insiden tersebut atau apakah ada faktor lain yang terlibat.

Saat ditanya apakah serangan itu mungkin bertujuan untuk mendiskreditkan otoritas negara, ia mengatakan bahwa berbagai instansi perlu membahas informasi yang tersedia terlebih dahulu dan mencapai kesimpulan bersama mengenai penyebabnya.

Pihak berwenang juga akan memeriksa apakah ada pejabat negara yang terlibat, ujarnya, sembari menegaskan bahwa belum ada kesimpulan yang dicapai.

Penyelidikan harus mempertimbangkan beberapa kemungkinan faktor karena para pelaku melancarkan aksinya di berbagai lokasi, tambah Sihasak.


Bantuan diperintahkan bagi warga yang terdampak

Sihasak mengatakan bahwa perdana menteri telah memerintahkan pemberian bantuan bagi warga yang terdampak oleh kerusuhan tersebut.

Thailand juga telah membahas kerja sama lintas batas dengan Malaysia untuk mencegah para terduga pelaku melintasi perbatasan.

Sihasak mengakui adanya celah intelijen sebelum serangan di wilayah Deep South

Hal tersebut dibahas dalam kunjungan Anutin ke Malaysia, kata Sihasak, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang Malaysia telah menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama.

Pemerintah dan aparat keamanan akan terus meninjau aspek intelijen, kesiapsiagaan, dan prosedur pencegatan sembari menyelidiki insiden-insiden tersebut dan memantau situasi di provinsi-provinsi perbatasan selatan.

Share: