Thailand berencana melakukan pengadaan kendaraan pertahanan, kapal perang, UAV, senjata api, dan amunisi senilai 200 miliar baht (Rp90 triliun).
Para pejabat Thailand dan Prancis mengadakan seminar khusus untuk meningkatkan industri pertahanan kedua negara. Thailand diharapkan membeli produk-produk pertahanan Prancis senilai 200 miliar baht selama dua dekade mendatang.
Menteri Pertahanan Thailand Sutin Klungsang menyatakan Thailand saat ini sedang empat jenis produk pertahanan yang potensial bisa dijual ke negara-negara di ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika.
“Thailand saat ini memproduksi empat jenis produk pertahanan: kendaraan lapis baja, kapal perang, kendaraan udara tak berawak (UAV), serta senjata api dan amunisi.”
Menteri Pertahanan Thailand mengungkapkan, Thailand berencana melakukan pengadaan kendaraan pertahanan, kapal perang, UAV, senjata api, dan amunisi senilai 200 miliar baht (Rp90 triliun). Memproduksi produk-produk ini di dalam negeri dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi perekonomian Thailand.
Menhan Sutin menggarisbawahi bahwa konflik yang sedang berlangsung di Eropa dan Timur Tengah telah menyebabkan banyak negara menghabiskan persediaan alutsista sehingga mengakibatkan peningkatan akumulasi senjata dan investasi di industri pertahanan. (Bangkok Post)




