Presiden Kolombia Gustavo Petro mengungkapkan sebanyak 7.000 warga negaranya ikut bertempur dalam konflik tersebut.
New York, Suarathailand- Anadolu melaporkan Wakil Tetap Kolombia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) José Mauricio Gaona Bejarano mendesak Rusia dan Ukraina untuk memfasilitasi pemulangan warga negara asing (WNA) yang direkrut untuk ikut bertempur dalam konflik antarkedua negara tersebut.
"Kolombia mendukung seruan Republik Panama agar warga negara Kolombia dan negara lainnya yang direkrut dalam konflik ini dapat kembali ke negara asal mereka masing-masing, serta mendorong terciptanya kondisi yang kondusif bagi proses pemulangan tersebut," ujarnya dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu (23/9).
Keterlibatan warga dari berbagai negara disebut justru berisiko memperluas konflik tersebut menjadi permasalahan internasional.
Pada Mei lalu, Presiden Kolombia Gustavo Petro mengungkapkan bahwa sebanyak 7.000 warga negaranya ikut bertempur dalam konflik tersebut.
Ia menekankan bahwa Kolombia tidak ingin menjadi negara "pengekspor kematian".
Pada Juli 2025, Presiden Petro juga mengecam praktik pengerahan tentara bayaran, yang ia sebut sebagai bentuk perampokan terhadap negaranya.




