Militer Yaman Serang Target-Target Utama Jauh di Dalam Wilayah Saudi

Yaman telah melaksanakan tiga "operasi militer kualitatif dengan menggunakan puluhan rudal balistik" jauh di dalam wilayah Arab Saudi.


Yaman, Suarathailand- Angkatan bersenjata Yaman melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi sebagai tanggapan atas agresi berkelanjutan kerajaan tersebut terhadap negara yang dilanda kemiskinan itu.

Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara angkatan bersenjata Yaman, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa mereka telah melaksanakan tiga "operasi militer kualitatif dengan menggunakan puluhan rudal balistik" jauh di dalam wilayah Arab Saudi, lapor PressTV.

Saree menyatakan bahwa operasi pertama berhasil menyasar Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi, Riyadh—sebuah pusat penerbangan utama yang dalam beberapa pekan terakhir juga sempat menjadi sasaran serangan serupa dari pihak Yaman.

Saree menyebutkan bahwa rudal balistik juga digunakan untuk menyerang Pangkalan Udara King Khalid di dekat Khamis Mushait, di wilayah barat daya Arab Saudi. Dalam serangan tersebut, hanggar pesawat, depot amunisi, pusat kendali pesawat nirawak (drone), dan sejumlah lokasi krusial lainnya terkena hantaman yang "presisi dan langsung".

Operasi ketiga menyasar pangkalan angkatan laut Arab Saudi di wilayah Jizan, bagian barat daya negara itu. Saree mengatakan, dalam serangan tersebut, sejumlah tentara dan perwira dari Direktorat Jenderal Penjaga Perbatasan Arab Saudi tewas atau terluka.

Menurut Saree, ketiga operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap pembantaian yang dilakukan oleh Arab Saudi dan pasukan sekutunya pada hari Sabtu di ibu kota Yaman, Sana'a, serta di beberapa provinsi di wilayah barat daya Yaman.

Ia menuturkan bahwa serangan Arab Saudi di wilayah-wilayah tersebut telah mengakibatkan puluhan warga sipil tewas atau terluka, yang sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

"Darah rakyat kami sangat berharga, dan kami tidak akan membiarkan musuh kriminal ini terus melakukan pertumpahan darah tanpa balasan yang menyakitkan dan tak terlupakan," bunyi pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa Yaman akan terus melanjutkan operasi militer "jauh di dalam wilayah Arab Saudi".

Pernyataan itu juga menegaskan kembali peringatan sebelumnya kepada maskapai penerbangan internasional, penumpang, dan personel penerbangan untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi serta bandara utama kerajaan tersebut di Riyadh.

Namun, pernyataan itu menyebutkan bahwa wilayah udara di atas kota suci Mekkah dan Madinah tidak akan menjadi sasaran serangan Yaman.

Share: