Dialog tetap penting meski hubungan Rusia dan Uni Eropa sedang tegang.
Moskow, Suarathailand- Dalam konferensi pers di Astana, Kazakhstan, pada Kamis (28/5) juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyambut baik penolakan Hungaria untuk memberikan bantuan militer kepada Ukraina seraya mengatakan bahwa perdamaian akan tercapai lebih cepat jika negara lain mengambil langkah serupa.
Peskov memuji pernyataan Perdana Menteri (PM) Hungaria Peter Magyar bahwa pihaknya tidak akan mengirim senjata maupun peralatan militer ke Ukraina.
"Bila semua negara mengambil keputusan seperti itu, perdamaian akan datang lebih cepat," kata Peskov.
Peskov menambahkan setiap penolakan untuk "menyiram bensin ke dalam api" layak mendapat dukungan.
Magyar sebelumnya menulis di media sosial setelah pertemuan NATO bahwa Hungaria tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan tetapi tidak memasok senjata maupun peralatan militer ke Ukraina.
Peskov juga menyambut baik laporan mengenai ketertarikan sejumlah pejabat Eropa untuk memulihkan kontak dengan Rusia.
Menurut dia, dialog tetap penting meski hubungan Rusia dan Uni Eropa sedang tegang.
"Kebodohan terbesar yang dilakukan orang-orang Eropa dan para pejabat (Uni Eropa) di Brussel adalah sepenuhnya menolak dialog apa pun dengan Rusia," katanya.
"Tak mungkin membahas dan menyelesaikan masalah tanpa dialog," kata Peskov.
Menjelang KTT Eurasian Economic Union (EAEU) di Astana, Peskov juga mengatakan negara-negara anggota menyambut baik meningkatnya ketertarikan Uzbekistan terhadap blok ekonomi tersebut.
Menurut dia, kerja sama yang lebih erat dapat membawa manfaat ekonomi bagi Uzbekistan dan berkontribusi terhadap pembangunan kawasan.
Peskov juga mengatakan Rusia belum menerima tanggapan dari Armenia terkait rencana pembatasan sementara impor sejumlah produk pertanian Armenia.
Badan pengawas pertanian Rusia sebelumnya mengumumkan bahwa mulai Jumat, Rusia akan memberlakukan pembatasan sementara terhadap impor beberapa jenis buah dan sayuran Armenia dengan alasan pelanggaran fitosanitasi yang berulang.
Ia menambahkan tidak ada pertemuan terpisah yang dijadwalkan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Wakil PM Armenia Mher Grigoryan selama KTT EAEU, meskipun kontak informal bisa terjadi di sela-sela acara.



