"Mereka menyebut Mahkamah Pidana Internasional 'korup' karena berani mengadili penjahat kesayangan Washington," tambah diplomat Iran itu.
Teheran, Suarathailand- melalui medsos X, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Qaribabadi, mengutuk kampanye bersama Amerika Serikat dan Israel melawan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Qaribabadi mengatakan bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, seorang terdakwa dengan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional, dengan berani mengumumkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah berjanji untuk bertindak melawan ICC yang mengadilinya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Netanyahu, berbicara dalam rapat kabinet pada hari Minggu, mengungkapkan bahwa Rubio secara pribadi telah meyakinkannya tentang niat Washington untuk "bertindak tegas melawan organisasi ini, yang membahayakan keadilan di seluruh dunia dan juga mengancam hak negara-negara demokratis dan berdaulat untuk menjalankan kedaulatan mereka".
Upaya lobi tersebut dilakukan dengan latar belakang surat perintah penangkapan ICC tahun 2024 untuk Netanyahu dan mantan Menteri Perang Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang di Jalur Gaza.
"Mereka menyebut Mahkamah Pidana Internasional 'korup' karena berani mengadili penjahat kesayangan Washington," tambah diplomat Iran itu.



