Demo digelar oleh komunitas Kristen, Muslim, Yahudi, dan Hindu di Ceuta.
Ceuta, Suarathailand- Sputnik melaporkan ribuan warga mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar oleh empat komunitas agama utama di Ceuta, Spanyol, untuk menuntut solusi atas krisis migran, demikian dilaporkan media Spanyol.
Demo digelar oleh komunitas Kristen, Muslim, Yahudi, dan Hindu di Ceuta.
Stasiun radio Cadena SER menyebut sebanyak 10.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut, sementara kepolisian memperkirakan jumlah peserta mencapai 5.000 orang.
Para demonstran menuntut keterlibatan pemerintah pusat yang lebih aktif dalam menyelesaikan krisis, penambahan personel kepolisian dan Garda Sipil, peningkatan keamanan perbatasan dengan Maroko, serta langkah-langkah untuk menangani para migran yang masih berada di Ceuta.
Seperti diketahui pada akhir Juli, kota otonom Spanyol, Ceuta, yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko, menghadapi masuknya migran dalam jumlah besar. Sekitar 60.000 orang menyeberang dalam satu hari, sementara Ceuta sendiri memiliki populasi sekitar 85.000 jiwa.
Pejabat di sejumlah negara anggota Uni Eropa, termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, telah menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol dalam kawasan Schengen.




