PM Takaichi Disorot Tak Sebut "Penyesalan" dalam Pidato Peringatan Perang Jepang

PM Takaichi menghindari penyebutan tanggung jawab Jepang atas agresi terhadap negara-negara Asia lainnya selama perang.


Jepang, Suarathailand- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menghindari penggunaan kata "penyesalan" dalam pidato peringatan Perang Dunia II, sebuah langkah yang mencerminkan pertimbangan terhadap sekutu-sekutu konservatifnya.

Pendahulunya, Shigeru Ishiba, sempat kembali menggunakan kata tersebut dalam pidato tahun lalu—kali pertama kata itu digunakan lagi setelah 13 tahun. Kata tersebut pertama kali digunakan oleh Perdana Menteri Tomiichi Murayama pada upacara tahun 1994, dan para penerusnya pun mengikuti langkah tersebut.

Namun, Shinzo Abe berhenti menggunakan kata itu mulai upacara tahun 2013. Yoshihide Suga dan Fumio Kishida juga tidak menyebutkan kata penyesalan.

Dalam pidato tahun ini, Takaichi juga mengubah kalimat yang digunakan para pendahulunya—"Kita tidak boleh lagi mengulangi kengerian perang"—menjadi pernyataan bahwa Jepang tidak akan pernah membiarkan kengerian perang terulang kembali; perubahan ini membuat pihak yang mungkin mengulangi kengerian tersebut menjadi tidak jelas.

Selain itu, ia menghindari penyebutan tanggung jawab Jepang atas agresi terhadap negara-negara Asia lainnya selama perang, sembari menekankan bahwa Jepang dapat menjadi negara tepercaya yang berdiri sebagai mercusuar yang bersinar di kawasan Indo-Pasifik. (Foto: Dok PM Jepang Takaichi)

Share: