Iran Tegaskan Tempuh MoU dengan AS dengan Martabat dan Kekuatan

"Iran  mengupayakan kesepakatan baru-baru ini dengan kekuatan dan tidak menyerah kepada musuh-musuh kami," kata Pezeshkian.


Teheran, Suarathailand- IRNA melaporkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran mencapai nota kesepahaman (MoU) perdamaian baru-baru ini dengan AS dengan penuh martabat dan kekuatan, sembari tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip yang digariskan oleh mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

"Kami mengupayakan kesepakatan baru-baru ini dengan kekuatan dan tidak menyerah kepada musuh-musuh kami," kata Pezeshkian.

Presiden Iran mengatakan bahwa MoU tersebut disusun setelah melalui pertimbangan yang matang dan pembahasan mendalam dengan para ahli.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (15/8), Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut MoU perdamaian tersebut sebagai bukti kejayaan dan kemenangan Iran serta sejalan dengan upaya mengukuhkan kemenangan negara itu di bidang diplomasi.

Berdasarkan MoU tersebut, Iran dan AS dijadwalkan menggelar perundingan dalam jangka waktu 60 hari yang berakhir pada Senin (17/8) untuk mencapai kesepakatan final. Namun, kelanjutan perundingan tersebut masih belum pasti menyusul eskalasi antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Share: