Pelajar Prancis Demo Jam Belajar dan Kurang Guru, 600 Orang Ditahan, 119 Luka

Aksi protes berdampak pada 356 sekolah dan institusi pendidikan, meningkat dari 338 pada hari sebelumnya. 119 luka, dan 83 di antaranya aparat penegak hukum.


Prancis, Suarathailand- Sputnik melaporkan polisi Prancis menahan lebih dari 600 orang pada Rabu di tengah aksi protes pelajar sekolah menengah di negara tersebut, kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez.

Aksi protes pada Rabu berdampak pada 356 sekolah dan institusi pendidikan, meningkat dari 338 pada hari sebelumnya. Menteri tersebut mengatakan 83 aparat penegak hukum mengalami luka-luka.

Menteri Nunez mengatakan gerakan protes semakin meluas dan menjadi semakin keras, terutama terhadap polisi dan institusi pemerintah.

Menteri Pendidikan Nasional Edouard Geffray dalam konferensi tersebut mengatakan sebanyak 119 siswa dan pegawai institusi pendidikan mengalami luka-luka sejak 25 September.

Pelajar sekolah menengah di Prancis telah melakukan aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal belajar yang terlalu padat, kekurangan guru, serta berbagai persoalan lain di sektor pendidikan.

Dalam sejumlah kasus, aksi protes tersebut disertai kerusuhan dan pembakaran.

Dalam beberapa kasus, aksi protes berujung pada kerusuhan. Pada Selasa (29/9), sekitar 10 universitas dan lebih dari 400 sekolah menengah di seluruh Prancis diblokade, menurut serikat pelajar nasional Prancis.

Share: