Harneis menyebut wabah Ebola ini terjadi di sebuah wilayah yang telah terdampak konflik bersenjata selama 30 tahun dengan kebutuhan bantuan kemanusiaan yang tinggi.
Jenewa, Suarathailand- Sputnik melaporkan Koordinator Senior PBB untuk Ebola di RD Kongo, Julien Harneis, menyatakan separuh dari 2.500 kasus kematian akibat Ebola di Republik Demokratik Kongo terjadi dalam 20 hari terakhir seiring dengan cepatnya penyebaran wabah di wilayah seluas Prancis tersebut.
Julien Harneis mengatakan sumber daya tambahan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan wabah Ebola.
Harneis menyebut wabah Ebola ini terjadi di sebuah wilayah yang telah terdampak konflik bersenjata selama 30 tahun, dengan kebutuhan bantuan kemanusiaan yang tinggi.
Institut Kesehatan Masyarakat Nasional RD Kongo, Kamis (20/8), melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola meningkat menjadi 5.208 kasus dengan angka kematian tercatat 2.476 orang.
Wabah Ebola yang diumumkan pada 15 Mei lalu itu berbeda dari sebagian besar wabah sebelumnya lantaran belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis patogen baru bernama Bundibugyo.



