Putin menyatakan ke Trump harapan agar perundingan AS dan Iran dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang saling diterima.
Istanbul, Suarathailand- Kantor Berita Anadolu melaporkan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memandang positif perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi meyakini bahwa Israel mungkin berupaya mengganggu proses tersebut.
"Turki menganggap pembicaraan antara Iran dan AS penting. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Israel bisa saja berusaha mengganggu proses ini pada kesempatan pertama. Semua pihak harus tetap waspada," kata Menlu.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya dalam percakapan dengan Presiden AS Donald Trump pada 5 Juli 2026 menyampaikan harapan agar perundingan AS dan Iran dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang saling diterima, kata ajudan Kremlin Yury Ushakov.
Pada 18 Juni, Iran dan AS telah menandatangani secara jarak jauh naskah memorandum untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade mereka terhadap pelabuhan Iran, serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz.
Iran juga berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir dengan isu program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.
Selain itu, para pihak akan mengadakan negosiasi mengenai masalah tersebut dalam waktu 60 hari. Bagi Teheran, hasil yang



