Mahfud menegaskan ia tidak pernah mengatakan Fadil Imran terlibat dalam kasus ini.
Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud MD menduga Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terkena jebakan skenario dari mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Ferdy Sambo diduga sebagai otak pembunuhan terhadap Brigadir Yosua pada Jumat, 8 Juli 2022.
“Saya menduga (kapolda Metro) ya kena prank juga,” kata Mahfud di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Mahfud menegaskan ia tidak pernah mengatakan Fadil Imran terlibat dalam kasus ini.
Soal ihwal adanya isu Kerajaan Sambo, Mahfud kembali menjelaskan hal tersebut adalah terkait dengan tim Sambo di Propam Polri.
“Keputusan di Propam semua ditentukan oleh pak Sambo. Itu yang saya maksud dengan kerajaan Sambo,” kata Mahfud.
Dalam kasus ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya anggota Polri, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal.
Dua lainnya adalah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan serta seorang asisten rumah tangga Sambo Kuat Maruf.
Momen Fadil Imran Peluk Sambo
Diketahui, beberapa hari usai peristiwa penembakan Brigadir Yosua terungkap momen Fadil Imran dan Ferdy Sambo bertemu. Keduanya tampak berpelukan. Ferdy Sambo pun menangis seketika di bahu Fadil Imran.
Irjen Fadil Imran terlihat menepuk-nepuk pundak Irjen Ferdy Sambo. Fadil Imran juga mengelus kepala Ferdy Sambo dan mengecup keningnya. Suasana ruangan hening ketika momen pertemuan kedua jenderal bintang dua ini.
Fadil Imran membenarkan bahwa saat itu dia menemui Ferdy Sambo untuk memberikan support moral.




