Ledakan Bom Lukai Tiga Orang di Narathiwat Thailand Selatan, Polisi Buru Pelaku

Polisi mengatakan bom itu diledakkan menggunakan baterai, dengan kabel listrik disalurkan ke hutan terdekat.


Narathiwat, Suarathailand- Terduga pemberontak menguburkan bom tabung gas seberat 50 kg di gorong-gorong bawah jalan di Rueso, Narathiwat. Ledakan tersebut melukai tiga penduduk desa dan merusak parah sebuah truk pickup.

Sebuah bom yang ditanam di gorong-gorong bawah jalan di Desa Ban Kado, Moo 4, Distrik Rueso, Narathiwat, meledak pada Rabu (11 Februari), melukai tiga orang dan merusak sebuah kendaraan.

Kolonel Pol Supachai Supakitjarak, Kepala Kantor Polisi Rueso, meminta dukungan dari tim penjinak bom dan anjing pekerja militer untuk memeriksa lokasi kejadian, bersama dengan instansi terkait.

Penyelidik menemukan kawah ledakan di gorong-gorong, kedalamannya sekitar satu meter dan lebarnya kira-kira dua meter. 

Puing-puing dari alat peledak rakitan, yang diyakini dikumpulkan di dalam tabung gas untuk memasak dengan berat sekitar 50 kilogram, berserakan di seluruh area, bercampur dengan tanah dan aspal.

Polisi mengatakan bom itu diledakkan menggunakan baterai, dengan kabel listrik disalurkan ke hutan terdekat.

Sekitar 30 meter dari kawah, petugas menemukan mobil pikap Isuzu empat pintu berwarna coklat yang terparkir di pinggir jalan, mengalami kerusakan parah pada gril depan, kaca depan, dan atap kabin penumpang hancur.

Korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Rueso oleh relawan penyelamat. Mereka diidentifikasi sebagai Pattawikarn Waseng, 43; Ahwang Waseng, 67; dan Mariye Masamae, 73 tahun. Ketiganya menderita sesak di dada dan telinga berdenging. Setelah mendapat perawatan awal, mereka dirawat untuk observasi lebih lanjut.

Polisi mengatakan penyelidikan awal menemukan bahwa Pattawikarn sedang mengendarai mobil pikap pulang bersama ayah dan kerabatnya—total empat orang—berjalan di belakang mobil pikap milik unit pencegahan dan penindasan polisi dari Kantor Polisi Rueso.

Tersangka, yang jumlahnya tidak diketahui, diyakini bersembunyi di hutan lebat di sepanjang jalan dan meledakkan bom ketika kendaraan polisi lewat, dan ledakan terjadi sekitar 10 meter setelah kendaraan tersebut lewat.

Mobil pikap di belakang terkena pecahan peluru, mengalami kerusakan parah, dan tiga anggota keluarga terluka.

Pihak berwenang yakin serangan itu dilakukan oleh anggota jaringan pemberontak yang bertujuan untuk menyergap dan membunuh petugas polisi, namun serangan tersebut meleset dari sasaran yang diinginkan dan malah merugikan warga setempat.

Share: