Kuba Ultimatum Serangan Agresi AS ke Kuba akan Picu Pertumpahan Darah

Ancaman agresi AS ke Kuba sudah memenuhi unsur kejahatan internasional.


Havana, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel memperingatkan bahwa setiap serangan militer AS terhadap Kuba akan menyebabkan "pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terhitung" dan dampak yang menghancurkan terhadap perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan Karibia.

"Ancaman agresi militer AS ke Kuba oleh negara paling kuat di dunia itu sudah diketahui secara luas. Ancaman semacam itu sudah memenuhi unsur kejahatan internasional," tulis Diaz-Canel di platform media sosial X.

Diaz-Canel mengatakan Kuba "tidak menjadi ancaman, dan tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun," seraya menambahkan bahwa hal ini sudah diketahui dengan baik oleh pemerintah AS, terutama oleh badan-badan pertahanan dan keamanan nasionalnya.

Diaz-Canel menyebutkan Kuba sudah mengalami "agresi multidimensi" oleh AS serta memiliki "hak mutlak dan sah" untuk membela diri dari segala bentuk tindakan militer.

Pernyataannya tersebut disampaikan setelah media AS Axios pada Minggu (17/5) melansir bahwa Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer dan telah menilai berbagai kemungkinan skenario penggunaannya terhadap target-target AS.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Kuba dan AS, yang ditandai dengan sanksi ekonomi baru serta berbagai tuduhan terkait keamanan.

Share: