Krisis, Negara-negara Eropa Semakin Pangkas Pengeluaran Pensiun

Surat kabar itu juga menambahkan bahwa otoritas Prancis telah mengusulkan untuk membatasi indeksasi pensiun hanya pada pembayaran hingga €1.260 per bulan.


Eropa, Suarathailand- The Daily Telegraph melaporkan pemerintah di berbagai negara Eropa semakin gencar memangkas pengeluaran pensiun, sebuah langkah yang berisiko menghilangkan dukungan dari pemilih kelompok usia lanjut. 

Media itu mencatat Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, telah mengusulkan perubahan mekanisme indeksasi pensiun tahunan mulai tahun 2030 dengan menghapus komponen pertumbuhan upah dari rumusnya. 

Kebijakan ini dapat menyebabkan para pensiunan di Inggris kehilangan dana sebesar £1.600 ($2.100) per tahun selama 20 tahun ke depan.

Di bawah tekanan Uni Eropa untuk menekan defisit anggaran, pemerintah Rumania memutuskan untuk membekukan pensiun negara selama dua tahun, terhitung mulai tahun 2025. 

Surat kabar itu juga menambahkan bahwa otoritas Prancis telah mengusulkan untuk membatasi indeksasi pensiun hanya pada pembayaran hingga €1.260 per bulan.

Di Republik Ceko, pemerintah telah memangkas indeksasi pensiun tambahan yang sebelumnya dikaitkan dengan pertumbuhan upah. 

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Slovakia berencana untuk mengaitkan usia pensiun dengan angka harapan hidup. Akibatnya, usia pensiun di negara tersebut bisa mencapai 64 tahun pada 2030 dan akan terus meningkat.

Seorang analis dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), sebagaimana dikutip oleh surat kabar tersebut, menekankan bahwa penuaan populasi pada akhirnya akan menuntut perubahan dalam sistem pensiun di seluruh Eropa.

Share: