KPK Thailand Ungkap Penyalahgunaan Dana Program "MBG" Makan Siang

"Ditemukan beberapa prosedur yang longgar dan kemungkinan melanggar peraturan negara mengenai pencairan dana," ujar pihak NACC wilayah tersebut.


Suratthani, Suarathailand- Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh pejabat antikorupsi di enam sekolah telah mengungkap adanya penyimpangan dalam program makan siang siswa, termasuk salah urus dana dan buruknya kualitas gizi.

Kantor wilayah Komisi Antikorupsi Nasional (NACC) melaporkan temuan tersebut pada hari Selasa setelah para pejabat memeriksa keenam sekolah itu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pihak NACC tidak menyebutkan nama sekolah-sekolah tersebut.

"Ditemukan beberapa prosedur yang longgar dan kemungkinan melanggar peraturan negara mengenai pencairan dana," ujar pihak NACC wilayah tersebut.

Catatan pencairan dana ditemukan tidak lengkap, bahkan ada yang hilang tanpa jejak. Staf sekolah tidak dapat menjelaskan sumber maupun penggunaan dana tersebut.

Dana program makan siang diketahui telah digunakan untuk tujuan yang tidak semestinya, ungkap NACC.

Penarikan dana masih terus dilakukan selama satu bulan setelah sekolah tutup pada akhir semester. Dana tersebut diklaim digunakan untuk membeli "sebuah lemari es". Menurut badan tersebut, tindakan ini melanggar peraturan yang mengatur penggunaan dana subsidi.

Selain itu, sisa anggaran tidak dikembalikan ke kas negara sebagaimana mestinya, melainkan dibiarkan menumpuk selama beberapa tahun. Hal ini menyebabkan ketidaksesuaian antara saldo rekening dan dokumen pendukung, demikian bunyi laporan tersebut.

Di luar masalah pengelolaan dana yang buruk, inspeksi mendadak juga mengungkap taktik pihak sekolah untuk menutupi penyimpangan tersebut.

"Sekolah yang menerima pemberitahuan sebelumnya menyajikan makanan berkualitas baik, sementara sekolah yang diperiksa tanpa pemberitahuan ditemukan menyajikan makanan dalam porsi sedikit dan berkualitas buruk, serta di bawah standar gizi," kata NACC.

Petugas pemeriksa juga melaporkan kurangnya fasilitas air minum, sehingga banyak siswa tidak mendapatkan air atau harus mengeluarkan uang sendiri untuk membelinya di koperasi sekolah. Hal ini menambah beban keuangan bagi orang tua siswa.

Masalah yang paling mengkhawatirkan—yang menjadi pemicu inspeksi tersebut—adalah adanya keluhan mengenai "kekuatan gelap di dalam sekolah", ujar NACC. Diduga bahwa pihak yang memegang kendali memerintahkan bawahan dan guru untuk mengatur catatan pencairan dana.

Ketika penyimpangan tersebut akhirnya terungkap, para guru itulah yang akan dimintai pertanggungjawaban penuh atas pelanggaran tersebut.

NACC mendorong para guru untuk menyerahkan bukti adanya instruksi yang tidak semestinya, seperti rekaman suara, pesan obrolan daring, atau perintah tertulis. Mereka akan berhak mendapatkan perlindungan saksi. 

Lembaga antikorupsi tersebut juga merekomendasikan agar Kementerian Pendidikan dan instansi terkait meningkatkan transparansi dengan mematuhi secara ketat pedoman program makan siang sekolah, membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam pengawasan, serta meningkatkan frekuensi inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah.

Pada tahun 2018, sebuah skandal besar terkait makan siang sekolah terungkap di Surat Thani setelah orang tua seorang murid mengajukan keluhan mengenai menu makan siang siswa yang hanya berisi mi dan kecap ikan.

Somchao Sitthichen, kepala sekolah Ban Tha Mai di distrik Tha Chana, menghadapi berbagai dakwaan korupsi dan pada tahun 2025 dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun di Penjara Pusat Nakhon Si Thammarat.

Share: