Korea Selatan saat ini sedang menyelidiki secara rinci penyebab ledakan dan kebakaran kapalnya di Selat Hormuz serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan
Korsel, Suarathailand- Kantor berita Newsis pada Selasa melaporkan otoritas Korea Selatan sedang mempertimbangkan tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Project Freedom, di mana AS bermaksud membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz.
Pusat Situasi Komprehensif Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan menyatakan sebuah ledakan dan kebakaran terjadi pada kapal milik perusahaan Korea Selatan HMM di Selat Hormuz, tanpa korban jiwa.
Trump kemudian menyerukan Korea Selatan melalui media sosial Truth Social untuk bergabung dalam Project Freedom.
“Kami mencatat pernyataan Presiden Trump dan saat ini sedang meninjau proposal AS terkait Selat Hormuz, dengan mempertimbangkan kesiapan kami terhadap situasi di Semenanjung Korea, prosedur berdasarkan hukum nasional, serta faktor lainnya,” kata seorang pejabat kepresidenan seperti dikutip Newsis.
Ia menambahkan Korea Selatan berupaya untuk menormalkan jalur maritim dengan cepat dan dalam hal ini secara aktif berpartisipasi dalam berbagai upaya internasional. Otoritas juga terus berkomunikasi dengan AS terkait hal ini, termasuk kemungkinan partisipasi dalam Project Freedom.
Korea Selatan saat ini sedang menyelidiki secara rinci penyebab ledakan dan kebakaran pada kapalnya di Selat Hormuz serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan, kata pejabat tersebut.
Pada 3 Mei, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz dan berupaya keluar dari wilayah tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dukungan militernya terhadap inisiatif ini akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi ini dimulai pada Senin pagi.



